Beranda / REGIONAL / SEMARANG / Jazz Kota Lama 2025, Kolaborasi Budaya Lintas Negara

Jazz Kota Lama 2025, Kolaborasi Budaya Lintas Negara

SEMARANG, obyektif.tv – Ajang Jazz Kota Lama 2025 yang digelar di Laroka Theater, Kota Lama Semarang, Minggu (7/9/2025), sukses menghadirkan kolaborasi lintas negara. Tiga kelompok musik dari Indonesia, Taiwan, dan Belanda tampil memukau dalam gelaran yang menjadi bagian dari rangkaian Festival Kota Lama Semarang 2025 bertema Color of Unity.

Membuka pertunjukan, Soegi Band menghadirkan nuansa jazzy lewat sejumlah repertoar, termasuk “I Love You Baby” milik Frank Sinatra. Band asal Semarang yang dikenal dengan gaya manis dan penuh warna lokal ini menampilkan sisi berbeda mereka di panggung jazz. Penampilan tersebut mendapat sambutan hangat dari penonton yang memadati gedung bersejarah itu, sekaligus menunjukkan kemampuan mereka menafsirkan lagu-lagu klasik dengan sentuhan baru.

Penampilan Soegi Band di Jazz Kota Lama 2025.

Sorotan kemudian tertuju pada Zixuan & Slow Train asal Taiwan. Dengan aransemen intim dan puitis, mereka menyuguhkan jazz kontemporer bernuansa Asia. Atmosfer kian syahdu ketika mereka membawakan lagu “Rame-Rame” karya maestro jazz Ambon, Christ Kayhatu. Gaya Zixuan yang ekspresif berpadu dengan permainan instrumen yang lembut menghadirkan suasana emosional, membuat penonton tak hanya mendengar, tetapi juga merasakan alunan musik yang penuh jiwa.

Penampilan Zixuan & Slow Train di Jazz Kota Lama 2025.

Sebagai penutup, Parra.Dice dari Belanda menghadirkan energi segar lewat jazz eklektik yang berpadu dengan soul, Latin, dan musik dunia. Band yang seluruh personelnya perempuan ini menampilkan interaksi cair antaranggota, improvisasi sarat kejutan, serta eksplorasi vokal yang memikat. Identitas mereka sebagai kolektif jazz wanita terasa kuat di panggung: bebas, percaya diri, dan penuh daya hidup. Atmosfer kian meriah saat penonton diajak bergoyang bersama, seakan turut menjadi bagian dari pertunjukan. Malam pun ditutup dengan gemuruh tepuk tangan panjang yang menggema di ruang Laroka Theater.

Penampilan Parra.Dice di Jazz Kota Lama 2025.

Lebih dari sekadar konser, Jazz Kota Lama 2025 memperlihatkan bagaimana musik dapat menjembatani lintas budaya dan generasi. Ajang ini juga meneguhkan identitas Semarang sebagai kota warisan budaya yang terbuka terhadap keragaman seni. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *