Beranda / LIFESTYLE / SENI BUDAYA / Samuel Wattimena Dorong Narasi Baru Tarik Minat Generasi Muda pada Wayang Orang

Samuel Wattimena Dorong Narasi Baru Tarik Minat Generasi Muda pada Wayang Orang

SEMARANG, obyektif.tv – Anggota Komisi VII DPR RI, Samuel Wattimena, menegaskan pentingnya strategi baru dalam melestarikan seni tradisi wayang orang agar tetap diminati generasi muda. Ia menilai, keterlibatan anak-anak muda dalam panggung pertunjukan merupakan tanda positif, namun perlu didukung dengan penguatan narasi yang lebih luas.

“Kalau menurut saya, seperti tadi malam (pertunjukan wayang on the street) kan kita lihat sudah banyak anak-anak muda yang terlibat, kemudian mau nonton. Itu sudah menjadi bagian dari kehidupan mereka. Namun, yang bisa ditambahkan adalah narasi memperkenalkan wayang ini secara lebih intens,” ujarnya, Senin (15/9/2025)..

Samuel menilai masyarakat Jawa Tengah, khususnya Semarang, pada dasarnya telah mengenal dan memahami wayang. Namun, tantangan justru terletak pada generasi yang kurang akrab dengan budaya tersebut karena derasnya pengaruh hiburan dari luar.

“Kita perlu membantu dengan menyampaikan narasi-narasi yang lebih luas lagi kepada generasi yang lebih luas daripada sekadar penggemar wayang,” imbuhnya.

Selain aspek budaya, Samuel menekankan relevansi wayang orang dengan ekosistem ekonomi kreatif. Menurutnya, kostum, properti, hingga aksesoris pertunjukan melibatkan produk UMKM yang dapat dikembangkan sebagai daya tarik pariwisata.

“Seluruh kostum yang dipakai, seperti ikatan janur di kepala anak-anak, itu juga produk UMKM. Jadi ada nilai tambah ekonomi kreatif di dalamnya,” jelasnya.

Meski demikian, ia juga mengingatkan perlunya perbaikan teknis dalam penyelenggaraan pertunjukan. Ia mencontohkan kondisi ruang ganti yang kurang nyaman karena suhu panas yang ekstrem.

“Kalau teknis ini tidak nyaman, saya khawatir akan mengganggu yang utama, yaitu pertunjukan itu sendiri,” kata Samuel.

Samuel berharap, pelestarian wayang orang tidak hanya berbicara tentang panggung seni, tetapi juga menyangkut keberlanjutan ekosistem yang mendukungnya, mulai dari generasi muda, UMKM, hingga pariwisata. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *