Beranda / PENDIDIKAN / Pendampingan Tim UNP-PKK Malalak dalam Pengembangan Inovasi Produk Kayu Manis untuk Penguatan Ekonomi Lokal Berbasis SDGs

Pendampingan Tim UNP-PKK Malalak dalam Pengembangan Inovasi Produk Kayu Manis untuk Penguatan Ekonomi Lokal Berbasis SDGs

JURNALIS/EDITOR: Dwi Roma | AGAM | obyektif.tv

TIM Pengabdian Universitas Negeri Padang (UNP) menjalin kerja sama dengan ibu-ibu PKK Nagari Malalak Barat, Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, Sumatera Barat untuk mengembangkan diversifikasi produk kayu manis sebagai upaya memperkuat ekonomi berkelanjutan masyarakat, baru-baru ini.

Program ini tidak hanya fokus pada peningkatan nilai tambah produk, tapi juga menjadi kontribusi nyata terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Program yang diketuai Prof Dr Syafri Anwar MPd, dengan anggota Dr Febriandi MSi dan Drs Surtani MPd, serta melibatkan mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu, berangkat dari permasalahan masyarakat Malalak yang selama ini hanya menjual kayu manis dalam bentuk mentah. Melalui pelatihan, pendampingan, dan penerapan teknologi digital, ibu-ibu PKK didorong untuk menghasilkan berbagai produk turunan bernilai ekonomi seperti bubuk kayu manis, sirup, teh herbal, kue, hingga minyak esensial.

“Selama ini masyarakat hanya menjual kulit kayu manis mentah. Dengan adanya pelatihan dan inovasi produk, kita dorong ibu-ibu PKK agar bisa menciptakan produk yang lebih beragam, memiliki daya saing, dan mampu masuk ke pasar yang lebih luas,” ujar Prof Syafri Anwar.

Camat Malalak Zulwardi SSos, selaku mitra program, menyambut baik kolaborasi UNP dengan masyarakat. Dia menilai, inisiatif ini akan membawa perubahan besar bagi perekonomian nagar atau desa setempat.

“Dengan pemasaran digital dan branding yang lebih profesional, produk kayu manis Malalak punya peluang menembus pasar nasional bahkan internasional. Ini tentu menjadi harapan besar bagi kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Selain meningkatkan keterampilan produksi dan pemasaran, program ini juga memperkenalkan konsep ekonomi sirkular dengan memanfaatkan limbah kayu manis, seperti serbuk dan daun, menjadi produk ramah lingkungan berupa pupuk organik atau briket. Upaya ini sejalan dengan agenda SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) yang menekankan pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan.

Secara lebih luas, program ini berkontribusi pada SDG 1 (Tanpa Kemiskinan) dengan membuka peluang peningkatan pendapatan keluarga, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui pemberdayaan UMKM dan inovasi produk, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) lewat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah nagari, dan masyarakat.

Dengan adanya kolaborasi antara tim UNP dan ibu-ibu PKK Malalak, nagari ini diharapkan tumbuh menjadi sentra industri berbasis kayu manis yang mandiri, berdaya saing tinggi, dan berkontribusi langsung pada pembangunan berkelanjutan di tingkat lokal maupun global.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *