Beranda / REGIONAL / SEMARANG / Empat Titik Car Free Day Semarang Jadi Magnet Warga dan UMKM

Empat Titik Car Free Day Semarang Jadi Magnet Warga dan UMKM

SEMARANG, obyektif.tv – Car Free Day (CFD) di Kota Semarang kembali menjadi magnet bagi warga setiap akhir pekan. Sejumlah titik strategis di ibu kota Jawa Tengah ini dipadati masyarakat yang berolahraga, bersantai, hingga menikmati ragam kuliner dan produk UMKM lokal.

Simpang Lima masih menjadi jantung utama pelaksanaan CFD. Setiap Minggu pagi, kawasan ini ramai oleh warga yang jogging, bersepeda, hingga senam bersama. Jalur bebas kendaraan dari Jalan Pahlawan hingga Taman Indonesia Kaya dipenuhi booth kuliner dan berbagai aktivitas, menjadikannya pusat interaksi warga.

Car Free Day di kawasan Jembatan Sikatak, Tembalang, Semarang.

Selain Simpang Lima, kawasan Jembatan Sikatak Tembalang juga menawarkan pengalaman berbeda. CFD di lokasi ini merupakan inisiatif mahasiswa KKN Tematik Rusunawa Undip sejak Oktober 2024. Kegiatan senam massal, bazar UMKM, serta suasana segar di sekitar kampus menambah semarak sekaligus mempererat hubungan kampus dan masyarakat sekitar.

Car Free Day di ruas Jalan Setiabudi, Banyumanik, Semarang.

Warga Banyumanik juga memiliki alternatif di CFD Setiabudi. Setiap Minggu pagi, ruas jalan ini dipenuhi lapak penjual makanan, pakaian, hingga tanaman hias dan buku bekas. Suasana ramah dan meriah membuat kawasan ini menjadi pilihan favorit bagi keluarga untuk berbelanja sambil rekreasi.

Car Free Day di sekitar Stadion Diponegoro, Semarang.

Sementara itu, CFD di sekitar Stadion Diponegoro (Jalan Ki Mangunsarkoro) menghadirkan nuansa lebih santai. Kawasan ini dikenal sebagai “sunday market” UMKM kreatif, dengan ratusan pedagang kaki lima yang bergantian membuka lapak. Beragam kuliner lokal, jajanan, hingga thrift shop tersedia bagi pengunjung yang mencari barang unik dengan harga terjangkau.

Dengan beragam pilihan lokasi CFD tersebut, Semarang tidak hanya menghadirkan ruang bebas kendaraan, tetapi juga ruang sosial-ekonomi yang mendorong tumbuhnya komunitas sehat sekaligus mendukung pelaku UMKM lokal. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *