SEMARANG, obyektif.tv – Pentingnya kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam memperkuat ekosistem pariwisata. Hal itu disampaikan Anggota Komisi VII DPR RI, Samuel Wattimena, saat menghadiri Bimbingan Teknis (Bimtek) Event Nasional di Rumah Pohan, Semarang, Minggu (28/9/2025).
Menurut Samuel, keterlibatan mahasiswa, komunitas, dan pelaku pariwisata daerah dalam forum ini menunjukkan adanya semangat bersama untuk membangun pariwisata yang lebih konkret dan berkelanjutan.
“Sekarang sudah zamannya tidak bisa kerja sendiri-sendiri. Harus kolaborasi,” ujarnya.
Ia menilai, gagasan yang dipaparkan mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) dan Unika Soegijapranata perlu segera ditindaklanjuti ke tahap eksekusi nyata. Namun, ia mengingatkan agar perencanaan jangan langsung dibebani oleh persoalan pendanaan.
“Sering kali kita terhenti karena masalah ekonomi, padahal RAB-nya sendiri belum jelas. Yang penting konsep dulu, urutannya, baru bicara anggaran,” tegasnya.
Samuel juga menekankan pentingnya pendekatan kebudayaan dalam membangun ekosistem pariwisata. Dengan konsep budaya yang jelas, menurutnya, dukungan dari berbagai pihak, termasuk perusahaan melalui CSR, akan lebih mudah digugah.
“Kalau elit jalan sendiri dan masyarakat tidak dilibatkan, yang muncul justru gejolak. Karena itu saya ingin kolaborasi mahasiswa, Pokdarwis, Karang Taruna, dan media untuk menguatkan ekosistem ini,” katanya.
Senada, Asisten Deputi Event Nasional Kementerian Pariwisata, Ni Komang Ayu Astiti, menyebutkan event nasional menjadi sarana penting memperkuat ekosistem pariwisata. Kolaborasi lintas pihak, menurutnya, memberi manfaat besar bagi pengembangan destinasi dan daya tarik wisata.
“Semarang sudah banyak memiliki event berskala nasional bahkan internasional. Dengan memperkuat ekosistem, kami berharap akan lahir lebih banyak event baru yang mampu meningkatkan kunjungan wisatawan,” jelasnya.
Komang menambahkan, pascapandemi tren wisata terus bergeser. Sport tourism dan wisata buatan semakin diminati karena berkaitan dengan gaya hidup sehat, sementara event seni budaya tetap tinggi peminat karena setiap daerah memiliki keunikan tersendiri.
“Setiap daerah punya kekhasan budaya yang bisa dikemas menjadi magnet wisata. Itu yang harus terus diperkuat agar event-event daerah semakin berdaya saing,” pungkasnya.
Dengan sinergi antara pemerintah, komunitas, akademisi, pelaku industri, dan media, penguatan ekosistem pariwisata diharapkan tidak hanya mendongkrak kunjungan wisatawan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sebagai pelaku utama pariwisata daerah. ***










