SEMARANG, obyektif.tv – Gajah Mada Plaza Semarang menjadi pusat perayaan kreativitas anak muda melalui gelaran 76 Road to Festival Indonesia Adalah Kita yang berlangsung meriah pada Minggu (28/9/2025). Acara ini menghadirkan kolaborasi lintas komunitas, mulai dari musik, skateboard, mural, hingga street challenges, yang berhasil menarik perhatian ratusan pengunjung dari berbagai kota.
Sejumlah penampil menghidupkan suasana, di antaranya band Semarang Ska Foundation, Pyong Pyong, Urgan, hingga penampilan spesial dari SHA (Stand Here Alone) dan Bravesboy. Tak hanya konser musik, acara ini juga diperkaya dengan atraksi seni mural, kompetisi skateboard, serta suguhan kreatif dari komunitas lintas daerah.
Sulistumo, skater asal Salatiga, mengaku senang bisa berpartisipasi dalam festival ini. Menurutnya, acara tersebut menjadi wadah penting bagi komunitas skateboard untuk berkembang.
“Banyak manfaat yang bisa diambil, karena acara ini mencakup semua komunitas. Skater bisa berkumpul, menantang diri dengan fasilitas yang disediakan, sekaligus menambah teman. Skena jadi lebih luas, dan ini bagus untuk pertumbuhan komunitas,” ujarnya.
Ia menambahkan, Semarang jarang menggelar acara serupa sehingga kegiatan ini mampu menggerakkan komunitas dari berbagai daerah.
“Kota kecil seperti Salatiga, Kendal, atau Kudus bisa datang dan berkumpul di sini. Mereka bisa meluapkan energi, berlatih, sekaligus menjalin relasi,” imbuhnya.
Sulistumo juga memberi pesan kepada generasi muda skater agar tidak terburu-buru dalam berlatih.
“Latihannya harus step by step. Jangan karena teman bisa lalu ikut-ikutan. Kalau bertahap, itu lebih aman dan membantu kemampuan berkembang lebih baik,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, Ade Bhakti Ariawan, yang turut hadir menonton bersama keluarga, menilai acara ini sebagai kegiatan positif bagi masyarakat.
“Setiap kali SHA main di Semarang, saya selalu nonton karena anak-anak senang. Keren, tidak hanya konser tapi juga ada permainan dan komunitas yang terlibat,” ujarnya.
Ade menekankan pentingnya menjaga suasana kondusif.
“Yang penting kegiatan positif seperti ini sering digelar, jangan sampai ada keributan. Kita datang, bayar tiket, nikmati acara. Tadi memang ada beberapa yang pingsan karena cuaca Semarang panas, tapi secara umum berjalan lancar,” jelasnya.
Festival ini juga menampilkan sederet seniman jalanan dan musisi lokal seperti Sulistumo, Lintang, Gema Isyak, Ihsan Malik, Luseeta, hingga Omnipotensial. Selain itu, pengunjung juga bisa menikmati live mural, DJ set, Heppiii Games, hingga ragam kuliner yang menambah semarak suasana.
Dengan rangkaian aktivitas yang melibatkan berbagai komunitas, 76 Road to Festival Indonesia Adalah Kita di Semarang bukan hanya sekadar hiburan, melainkan juga ruang perjumpaan kreatif yang mempererat solidaritas lintas kota dan generasi. ***










