KENDAL, obyektif.tv – Upaya memperkuat industri kecil menengah (IKM) di Kabupaten Kendal mendapat dorongan baru melalui kegiatan Pendampingan Teknis Produksi yang berlangsung di Hotel Sae Inn, Kabupaten Kendal, Senin (29/9/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari program penumbuhan dan pengembangan wirausaha baru, difasilitasi Kementerian Perindustrian dengan dukungan aspirasi Anggota Komisi VII DPR RI, Samuel Wattimena.
Samuel menekankan pentingnya membangun kemandirian pelaku IKM dengan berlandaskan pada harga diri dan penghargaan terhadap kemampuan diri. Ia mengingatkan bahwa pelatihan bukan sekadar seremonial, melainkan pijakan awal untuk melahirkan wirausaha tangguh.
“Empat hari pelatihan mungkin terasa singkat, tapi cukup untuk membuka dasar-dasar potensi dalam diri kita. Tantangannya justru setelah pelatihan selesai, ketika kita kembali ke lapangan. Karena itu, saya berharap mereka bisa segera mandiri. Syaratnya, kita harus punya harga diri dan mampu menghargai talenta yang Tuhan berikan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa setiap bidang usaha memiliki nilai yang sama, baik di sektor ecoprint maupun perbengkelan. Menurutnya, yang terpenting adalah pelaku usaha mampu menghargai keahlian masing-masing dan terus mengasahnya agar bermanfaat.
Sebagai tindak lanjut, Samuel berkomitmen membentuk jaringan kader pelaku usaha di Kendal. Ia menyebut, dari setiap bidang usaha akan dipilih sejumlah pelaku IKM yang akan didorong menjadi pemimpin lokal dan menularkan pengetahuan kepada komunitas di sekitarnya.
“Dengan pola seperti multi-level mentoring, yang sudah mendapat pelatihan akan membagikan ilmunya ke yang lain. Hasil yang baik tentu akan lebih mudah dipasarkan. Jadi jangan khawatir hanya diam di rumah, peluang akan datang jika kita serius,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari yang akrab disapa Mbak Tika ini menyampaikan apresiasi kepada Samuel yang telah menghadirkan program kementerian ke daerahnya. Ia menilai pendampingan teknis ini sangat relevan dengan upaya pemerintah daerah dalam memperkuat IKM lokal.
“Kami berterima kasih kepada Pak Samuel yang memfasilitasi kegiatan ini melalui aspirasinya. Harapan kami, pelaku IKM Kendal bisa bermitra dengan perusahaan-perusahaan di kawasan industri maupun kawasan ekonomi khusus (KEK),” ungkapnya.
Ia menjelaskan, pemerintah daerah memberikan insentif pajak hingga 50 persen kepada perusahaan di KIK yang memenuhi kriteria, salah satunya bermitra dengan UKM atau IKM lokal serta memprioritaskan penyerapan tenaga kerja masyarakat Kendal.
Mbak Tika menambahkan, Pemkab Kendal akan terus melakukan pendampingan dan membangun sinergi lintas sektor. Menurutnya, kolaborasi antara perusahaan besar dan IKM menjadi kunci agar produk lokal semakin berdaya saing dan mampu menembus pasar yang lebih luas.
“Dengan adanya kerjasama dan kolaborasi, kami optimistis IKM Kendal akan semakin maju. Pemerintah akan terus mendorong agar ekosistem usaha di Kendal berkembang secara berkelanjutan,” tuturnya.
Kegiatan pendampingan teknis ini diikuti oleh puluhan pelaku IKM dari berbagai sektor. Selama empat hari ke depan, mereka akan mendapatkan materi mengenai peningkatan kapasitas produksi, manajemen usaha, hingga strategi pemasaran. ***










