SEMARANG, obyektif.tv – Kawasan Hutan Wisata Tinjomoyo kembali hidup setelah resmi dibuka untuk masyarakat melalui soft launching Tinjomoyo Adventure Tourism, Minggu (5/10/2025). Berbagai atraksi wisata petualangan diperkenalkan, termasuk uji coba Jembatan Kaca Tinjomoyo yang membentang sepanjang 85 meter di ketinggian 45 meter.
Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin, berharap kawasan ini dapat menjadi ruang sinergi antara alam, masyarakat, dan sektor pariwisata.
“Air, bukit, hutan ini bisa menjadi sebuah hubungan yang bersinergi. Aktivitas ekonomi, sosial, dan budaya dapat kita satukan di Tinjomoyo. Dengan begitu, kota ini semakin berkembang peradabannya,” ujarnya.
Iswar juga menekankan pentingnya faktor keamanan. Jembatan Kaca Tinjomoyo, kata dia, telah memenuhi standar kelayakan dengan kaca ganda setebal 40 mm. “Pembatasan jumlah maksimal 50 orang per kelompok dilakukan agar pengunjung lebih nyaman dan leluasa saat menikmati pengalaman maupun berfoto,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, Wing Wiyarso, menyebut Tinjomoyo memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata petualangan. Sejumlah paket wisata telah disiapkan, mulai dari naik jeep menembus hutan, paintball, river tubing, hingga wisata edukasi pengelolaan sampah yang dikelola Pokdarwis setempat.
“Kami ingin menjadikan Tinjomoyo sebagai kawasan wisata yang ramah bagi milenial dan Gen Z yang gemar mencari tantangan,” jelasnya.
Selain wahana petualangan, kawasan ini juga menghadirkan Pasar Semarangan yang menampilkan produk UMKM dan nuansa tradisional. Wing menambahkan, Disbudpar Semarang menargetkan grand opening Tinjomoyo Adventure Tourism pada tahun 2026 setelah tahap evaluasi dari soft launching selesai dilakukan.
“Dengan kehadiran kembali Tinjomoyo, kami optimistis kunjungan wisata tahun ini dapat melampaui target 7,8 juta wisatawan. Apalagi, pembukaan jalur penerbangan internasional Semarang–Singapura akhir Oktober mendatang diyakini akan memperkuat posisi Semarang sebagai kota wisata,” ungkapnya.
Dukungan juga datang dari warga sekitar. Ketua RT 04 Kelurahan Tinjomoyo, Saifudin, menilai keterlibatan masyarakat penting dalam pengelolaan kawasan.
“Kalau dikelola dengan baik, warga Semarang tidak perlu jauh-jauh ke luar kota untuk menikmati wisata jeep atau tubing. Kami berharap Tinjomoyo bisa menjadi pusat wisata baru sekaligus menghidupkan ekonomi warga melalui UMKM,” katanya.

Hutan Wisata Tinjomoyo menawarkan beragam pilihan paket. Tiket masuk (HTM) ditetapkan Rp 10 ribu pada hari biasa dan Rp 15 ribu saat hari libur, dengan kemungkinan tambahan biaya pada event tertentu. Tiket masuk Jembatan Kaca dibanderol Rp 20 ribu per orang, sudah termasuk asuransi. Ada pula paket lengkap wisata jeep seharga Rp 250 ribu untuk tiga orang, yang mencakup tiket masuk, akses Jembatan Kaca, serta aktivitas river tubing.
Saat ini, paket wisata masih dalam tahap uji coba dengan sistem reservasi melalui agen perjalanan. Layanan tersedia setiap akhir pekan, Sabtu–Minggu. Tiket juga bisa dibeli langsung di loket, dan ke depan akan tersedia secara online melalui aplikasi Konco Dolan yang sedang dipersiapkan.
Dengan reaktivasi Tinjomoyo Adventure Tourism, Pemkot Semarang optimistis destinasi ini dapat memperkuat daya tarik kota sebagai tujuan wisata, sekaligus menggerakkan perekonomian warga sekitar. ***










