KABUPATEN SEMARANG, obyektif.tv – Sebanyak 225 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Ambarawa mengikuti kegiatan walking tour bertajuk “Hidden Gem of Ambarawa”, Kamis (9/10/2025). Kegiatan ini digelar oleh Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Pramuwisata Indonesia (DPC HPI) Kabupaten Semarang bersama komunitas Aliansi Pegiat Wisata (APW) Kabupaten Semarang, sebagai upaya mengenalkan sejarah dan warisan budaya Ambarawa kepada generasi muda, khususnya kalangan Gen Z.
Rute walking tour dimulai dari Museum Kereta Api Ambarawa (Museum Willem I), dilanjutkan ke Palagan Ambarawa, Kelenteng Hok Tik Bio, dan berakhir di kawasan Pecinan Ambarawa. Sepanjang perjalanan, para peserta mendapatkan penjelasan langsung dari pemandu wisata mengenai sejarah, nilai budaya, dan kisah di balik setiap situs yang dikunjungi.
Guru SMP Negeri 2 Ambarawa sekaligus Koordinator Kokurikuler Kelas IX, Riana Intan Safitri, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran kontekstual yang mengajak siswa untuk mengenal lingkungan mereka secara langsung.
“Anak-anak harus belajar mengenal daerah dan tempat-tempat bersejarah di Ambarawa supaya mereka lebih paham dan memiliki rasa bangga terhadap kotanya sendiri. Di era modernisasi ini, banyak siswa yang justru tidak mengenal lingkungannya. Karena itu, kami ingin mereka mengalami langsung proses pembelajaran mendalam, bukan hanya teori di kelas,” ujarnya.
Selain mengikuti tur sejarah, para siswa juga mendapat tugas membuat vlog bertema Ambarawa sebagai bentuk dokumentasi sekaligus pembelajaran digital. Vlog dibuat dalam dua versi bahasa, yakni bahasa Inggris dengan teks bahasa Indonesia dan bahasa Indonesia dengan teks bahasa Inggris.

Riana menambahkan, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa cinta tanah air serta kemampuan komunikasi kreatif siswa.
“Melalui vlog, mereka tidak hanya belajar sejarah, tetapi juga belajar menyampaikan informasi dengan cara yang menarik dan kekinian,” imbuhnya.
Kegiatan walking tour ini menjadi contoh sinergi antara dunia pendidikan dan komunitas wisata dalam memperkuat literasi sejarah lokal. Dengan mengenal dan merasakan langsung jejak sejarah, siswa diharapkan dapat memahami makna Ambarawa bukan sekadar dari buku pelajaran, tetapi dari pengalaman nyata di lapangan. ***










