Beranda / PENDIDIKAN / KKN FPB UKSW Dorong Modernisasi Pertanian dan Digital Marketing di Desa Jeruk

KKN FPB UKSW Dorong Modernisasi Pertanian dan Digital Marketing di Desa Jeruk

BOYOLALI, obyektif.tv – Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Fakultas Pertanian dan Bisnis (FPB) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) bersama Universitas Boyolali sukses menghadirkan inovasi teknologi pertanian sekaligus strategi pemasaran digital bagi masyarakat Desa Jeruk, Kecamatan Selo, Boyolali. Melalui Program Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM), para mahasiswa membantu petani meningkatkan kualitas bibit, memperbaiki pengolahan pascapanen, serta memperluas pemasaran komoditas hortikultura yang menjadi potensi unggulan desa di lereng tenggara Gunung Merbabu tersebut.

Desa Jeruk selama ini dikenal sebagai sentra tembakau di musim kemarau. Namun ketika musim hujan tiba, petani setempat beralih menanam berbagai sayuran seperti cabai, pakcoy, labu siam, sawi putih, dan kubis. Melihat peluang tersebut, mahasiswa KKN memperkenalkan teknologi pembibitan soil block, metode praktis dan efisien yang mampu menghasilkan bibit yang lebih sehat dan seragam untuk mendukung peningkatan produktivitas pertanian.

Selain penguatan pada aspek budidaya, keberlanjutan lingkungan juga menjadi perhatian. Mahasiswa melatih petani membuat biopestisida nabati ramah lingkungan dengan memanfaatkan limbah rumah tangga, seperti kulit bawang merah dan bawang putih. Biopestisida ini dinilai efektif mengendalikan hama tanpa meninggalkan residu kimia, sekaligus membantu menekan biaya produksi.

Dosen Pembimbing Lapangan KKN FPB UKSW, Yoga Aji Handoko, menjelaskan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga pada penguatan nilai tambah komoditas. Mahasiswa mendampingi kelompok wanita tani dan ibu-ibu PKK untuk mengolah hasil kebun menjadi produk pangan yang lebih bernilai dan tahan lama.

Sejumlah produk olahan inovatif lahir dari kegiatan tersebut, antara lain cabbage spring roll (dimsum kulit kubis), pakcoy cheese stick, manisan labu siam, hingga sambal goreng labu siam beku dalam kemasan vakum. Produk-produk ini diharapkan mampu membuka peluang usaha baru sekaligus menjadi identitas kuliner khas Desa Jeruk.

Donna Setiawati, anggota Tim PMM dari Universitas Boyolali, optimistis produk-produk tersebut dapat bersaing dan berkembang menjadi camilan khas Boyolali. Untuk mendukung pemasaran, mahasiswa merancang strategi digital marketing melalui kerja sama dengan toko oleh-oleh lokal serta pemanfaatan marketplace dan platform media sosial seperti Instagram, Facebook, TikTok, dan WhatsApp Business.

Kontribusi mahasiswa mendapat apresiasi dari pemerintah desa. Sekretaris Desa Jeruk, Supriyono Sumarlan, bersama Ketua BPD, Sunardi, menilai program KKN dan PMM mampu mendorong kreativitas petani, ibu-ibu PKK, dan Karang Taruna dalam mengembangkan potensi desa serta membuka peluang ekonomi baru.

Dekan FPB UKSW, Bistok Hasiholan Simanjuntak, yang hadir pada penutupan kegiatan, turut mengapresiasi hasil kerja mahasiswa dan sambutan positif masyarakat. Ia berharap program PMM yang difasilitasi FPB UKSW dan didukung pendanaan Kemendiktisaintek RI tahun 2025 melalui kontrak Nomor 338/C3/DT.05.00/PM-BATCH III/2025 tanggal 10 September 2025 ini dapat memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat Desa Jeruk. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *