Beranda / NEWS / Bunda Literasi Jateng Dorong Penguatan Budaya Membaca dari Akar Rumput

Bunda Literasi Jateng Dorong Penguatan Budaya Membaca dari Akar Rumput

KENDAL, obyektif.tv – Bunda Literasi Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, menegaskan komitmennya untuk memperkuat budaya gemar membaca di masyarakat melalui kolaborasi dengan komunitas dan pegiat literasi. Langkah itu sebagai dukungan terhadap program literasi yang digagas Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin).

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Sarasehan Pegiat Literasi Kabupaten Kendal bertema “Membangun Budaya Baca dari Akar Rumput” di Perpustakaan Daerah Kendal, Rabu (26/11/2025). Kegiatan yang digelar Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kendal bersama Pelataran Sastra Kaliwungu itu diikuti puluhan pegiat dari berbagai komunitas literasi dan sastra.

Menurut Nawal, komunitas literasi memiliki peran sentral dalam menumbuhkan kesadaran membaca di tingkat paling dasar masyarakat.

“Menggerakkan literasi dari akar rumput ini adalah komitmen kita sejak awal, bagaimana kita menghidupkan literasi dari tingkat desa. Rumah baca di desa harus lebih dikembangkan lagi,” ujar Nawal.

Dorong Aktivasi TBM dan Perpustakaan Desa

Berdasarkan data BPS, Tingkat Gemar Membaca (TGM) Jawa Tengah pada Mei 2025 berada pada angka 73,13, dengan frekuensi membaca 5–6 kali per minggu selama 1–1,59 jam per hari. Untuk meningkatkan capaian tersebut, Nawal mendorong optimalisasi Taman Baca Masyarakat (TBM) dan perpustakaan desa melalui beragam aktivitas literasi.

Saat ini, Jawa Tengah memiliki 1.297 TBM, 6.127 perpustakaan desa, serta 21.995 perpustakaan sekolah. Menurut Nawal, jumlah tersebut merupakan potensi besar penguatan literasi daerah.

“Dengan banyaknya taman baca dan dukungan komunitas yang luar biasa, ini menjadi salah satu jawaban terhadap tantangan yang ada,” tegasnya.

Literasi Digital Jadi Tantangan Baru

Nawal juga menyoroti tantangan generasi muda menghadapi disrupsi teknologi. Anak-anak saat ini, katanya, belum sepenuhnya tuntas pada literasi dasar, namun sudah berhadapan dengan perkembangan digital yang begitu cepat.

Untuk itu, ia mendorong implementasi literasi digital sejak dini di sekolah, sekaligus memaksimalkan pemanfaatan koleksi buku digital milik Perpustakaan Nasional.

“Ini perlu terus disosialisasikan. Ayo kita baca buku lewat digital,” ujarnya.

Lebih jauh, Nawal menegaskan bahwa literasi tidak sebatas kemampuan membaca dan menulis, tetapi proses memahami, mengolah, dan memanfaatkan informasi untuk kehidupan.

Apresiasi Pegiat Literasi

Pegiat literasi dari Lesbumi PCNU Kendal, Muslichin, mengapresiasi kehadiran Bunda Literasi sebagai bentuk dukungan moral untuk menggerakkan kembali budaya baca.

“Kehadiran beliau diharapkan dapat menginspirasi dan menggugah masyarakat tentang pentingnya budaya membaca, terutama bagi anak muda, ibu-ibu, dan kelompok masyarakat lainnya,” ujarnya.

Penguatan literasi di Jawa Tengah diharapkan menjadi fondasi meningkatkan kualitas generasi muda yang mampu berkontribusi dalam pembangunan daerah. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *