Beranda / NEWS / Samuel Wattimena: Sinok–Sinang Harus Jadi Garda Promosi Potensi Kendal

Samuel Wattimena: Sinok–Sinang Harus Jadi Garda Promosi Potensi Kendal

KENDAL, obyektif.tv – Sinok dan Sinang Kabupaten Kendal tidak hanya berperan sebagai penerima tamu, tetapi juga harus menjadi garda terdepan dalam mempromosikan berbagai potensi daerah, khususnya desa-desa wisata di Kabupaten Kendal, guna meningkatkan daya saing serta menggerakkan ekonomi kreatif UMKM kerajinan lokal. Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi VII DPR RI, Samuel Wattimena, saat membuka Festival Dekranasda 2025 di Stadion Kebon Dalem, Kabupaten Kendal, Sabtu (6/12/2025).

Kehadiran Samuel bersama rombongan disambut meriah melalui Tari Jegek oleh Sanggar Gaga Wiraga, yang mengiringi hingga ke panggung utama. Usai membuka acara, Didampingi Sinok dan Sinang Kabupaten Kendal, Samuel meninjau setiap stan UMKM peserta yang turut dalam Festival Dekranasda 2025 ini.

Hadir dalam acara tersebut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kendal, Ferinando Rad Bonay; Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil dan Menengah (Disdagkop UKM) Kabupaten Kendal, Toni Ari Wibowo; Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Kendal, Achmad Ircham Chalid; Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kendal, Ardhi Prasetiyo; serta Ketua Dekranasda Kabupaten Kendal, Murdoko.

Samuel menegaskan perlunya peran strategis Sinok-Sinang dalam sektor promosi pariwisata daerah.

“Sinok-Sinang tidak hanya menjadi penerima tamu atau berdiri tersenyum di depan. Mereka memiliki kapasitas besar untuk mempromosikan Kabupaten Kendal. Desa wisata adalah prioritas Kementerian Pariwisata dan bisa menjadi lokomotif ekonomi bagi UMKM, pengrajin, hingga pelaku usaha kopi dan buah,” ujarnya.

Ia menambahkan, potensi alam dan budaya Kendal harus dikelola lebih serius, sehingga mampu memberi identitas kuat bagi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Negeri ini diberkahi objek wisata alam luar biasa. Jika tidak dikelola baik, bukan salah pemerintah saja, tetapi kita semua. Generasi muda harus mampu menarasikan dan mengembangkan pariwisata serta budaya Kendal,” tegasnya.

Samuel juga menyoroti pentingnya regulasi dan kepastian hukum untuk melindungi hak kekayaan intelektual produk kreatif. Ia mencontohkan karya penyandang disabilitas yang berpotensi dikembangkan menjadi berbagai produk, namun perlu kejelasan hukum agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.

“Tiga pilar—legislatif, eksekutif, dan yudikatif—harus bergerak bersama. Produk unggul harus dilindungi agar dapat berkembang luas,” tuturnya.

Sinang Kendal 2025, Muhammad Rizqi Surya Agung, menilai Festival Dekranasda ini memberi ruang penting bagi UMKM untuk dikenal publik.

“Acara ini sangat bermanfaat karena UMKM yang sebelumnya kurang terlihat kini terwadahi. Semoga bisa diadakan secara berkala dan menjadi ruang inovasi anak muda Kendal,” ujarnya.

Ia juga mengajak generasi muda untuk menjaga wisata alam Kendal dan aktif mempromosikan produk daerah.
Sementara Sinok Kendal 2025, Lidya Febriananda, berharap penyelenggaraan festival terus konsisten.

“Kalau konsisten, masyarakat akan menunggu dan partisipasi meningkat. Dan bagi anak muda, jangan lupa nguri-uri budaya Kendal,” katanya.

Di sisi lain, Owner Keripik Pisang Lumer by Ratu Nyemil Kendal, Sekar Novi Liana Putri, mengaku mendapat banyak masukan berharga setelah stan miliknya dikunjungi oleh Samuel Wattimena.

“Beliau tidak hanya memborong produk, tetapi memberi banyak saran terutama mengenai pentingnya deskripsi produk agar tidak mudah ditiru. Saya sangat berkesan,” ujarnya.

Dengan adanya Festival ini, Sekar berharap produknya dapat semakin dikenal luas dan menjadi kebanggaan UMKM Kendal.

Festival Dekranasda 2025 diharapkan menjadi momentum penguatan ekosistem ekonomi kreatif dan pariwisata Kabupaten Kendal, melalui kolaborasi lintas sektor serta pelibatan aktif generasi muda. Dengan optimalisasi peran Sinok–Sinang sebagai duta promosi, pendampingan bagi UMKM, serta pengelolaan potensi desa wisata secara profesional, Kendal diyakini mampu tampil sebagai daerah yang berdaya saing dan berpengaruh dalam peta pariwisata nasional. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *