Beranda / REGIONAL / SEMARANG / Hey… Slank Berani Kita Beda Tour, Ribuan Slankers Padati Stadion Diponegoro

Hey… Slank Berani Kita Beda Tour, Ribuan Slankers Padati Stadion Diponegoro

SEMARANG, obyektif.tv – Slank kembali membuktikan eksistensinya sebagai ikon rock Indonesia melalui penampilan enerjik dalam Hey… Slank Berani Kita Beda Tour di Stadion Diponegoro, Semarang, Sabtu (14/12/2025). Ribuan Slankers memadati stadion dan larut dalam atmosfer kebersamaan yang menjadi ciri khas setiap konser band legendaris tersebut.

Tampil sebagai penampil utama, Slank membuka konser dengan deretan lagu yang akrab di telinga penggemar. Hits lintas generasi mengalir tanpa jeda, mulai dari Ku Tak Bisa, Kamu Harus Pulang, hingga I Miss U But I Hate You, yang dinyanyikan serempak oleh penonton. Stadion Diponegoro bergemuruh saat Kaka mengajak Slankers bernostalgia melalui lagu-lagu yang telah menjadi soundtrack perjalanan hidup banyak penggemarnya.

Tak hanya menghadirkan nuansa romantis dan melankolis, Slank juga menyuguhkan kritik sosial yang menjadi identitas mereka. Lagu-lagu seperti Mawar Merah, Lembah Baliem, Seperti Para Koruptor, hingga Bendera Setengah Tiang menegaskan konsistensi Slank dalam menyuarakan kegelisahan sosial melalui musik.

Interaksi hangat dengan penonton menjadi kekuatan tersendiri dalam penampilan malam itu. Kaka beberapa kali menyapa Slankers Semarang dan menyampaikan pesan tentang persatuan, keberanian untuk berbeda, serta pentingnya kejujuran pada diri sendiri—selaras dengan semangat Berani Kita Beda yang diusung dalam tur ini.

Konser mencapai puncaknya saat Slank membawakan lagu-lagu pamungkas seperti Terlalu Manis, Virus, dan Orkes Sakit Hati, yang membuat penonton enggan beranjak hingga akhir pertunjukan. Penampilan solid dari Bimbim, Ivanka, Abdee, dan Kaka menegaskan bahwa Slank tetap relevan dan dicintai lintas generasi.

Hey… Slank Berani Kita Beda Tour di Semarang tidak sekadar menjadi konser musik, melainkan ruang temu antara karya, pesan, dan loyalitas penggemar. Malam itu, Slank kembali menunjukkan bahwa mereka bukan hanya band, tetapi juga suara kebebasan dan perlawanan yang terus hidup di panggung musik Indonesia. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *