SALATIGA, obyektif.tv – Anggota Komisi VII DPR RI, Samuel Wattimena, menghadiri perayaan Natal di Gereja Kristen Muria Indonesia (GKMI) Siloam, Kota Salatiga, Sabtu (20/12/2025). Dalam kesempatan ini, ia menekankan pentingnya kerukunan antarumat beragama serta mendorong pelaku UMKM dan ekonomi kreatif memanfaatkan momen libur Natal dan Tahun Baru untuk memasarkan produk mereka.
“Kelahiran Tuhan Yesus bukan hanya untuk umat Kristiani Protestan, tetapi untuk seluruh umat. Walaupun pemahaman mengenai kelahiran berbeda, inti dari perayaan ini adalah menjadi juru selamat bagi semua,” kata Samuel.
Selain itu, Samuel menekankan pentingnya dukungan terhadap pelaku UMKM dan ekonomi kreatif di masa libur Natal dan Tahun Baru. Menurutnya, momen libur panjang ini menjadi kesempatan bagi mereka untuk memasarkan produk melalui narasi yang kuat dan literasi yang baik.
“Dengan persiapan matang, para pelaku ekonomi kreatif bisa mendapatkan keuntungan sekaligus memperkenalkan karya mereka kepada publik,” tambahnya.
Selain itu, perayaan Natal kali ini dimeriahkan dengan pertunjukan budaya lokal, termasuk wayang dan gamelan. Samuel menilai sajian budaya ini sebagai kekayaan lokal yang dapat menjadi inspirasi pengembangan desa wisata di Salatiga. Ia mendorong desa wisata untuk lebih aktif mempromosikan diri melalui media sosial dan pertemuan publik agar potensi pariwisata dan ekonomi kreatif dapat dimaksimalkan.
Sementara itu, Ketua Badan Kerjasama Gereja-Gereja Salatiga (BKGS), Pendeta Purwanto, menekankan nilai pelayanan tanpa diskriminasi.
“Kehadiran Yesus datang untuk semua, termasuk kelompok terpinggirkan maupun elit. Sebagai pejabat publik atau masyarakat, kita juga harus melayani tanpa membeda-bedakan,” ujarnya.
Terkait kehadiran Samuel Wattimena dalam perayaan Natal, Pendeta Purwanto menilai hal tersebut sebagai bentuk komunikasi yang baik antara wakil rakyat dengan masyarakat.
“Saya melihat sesuatu yang baik, artinya ada komunikasi antara wakil rakyat dengan rakyatnya. Kehadiran beliau menjadi teladan agar suara masyarakat terdengar, sehingga kebijakan yang diambil benar-benar mencerminkan kebutuhan rakyat, bukan semata-mata ide pribadi,” ujar Purwanto.
Melalui Natal ini, Pendeta Purwanto berharap seluruh masyarakat Salatiga dapat menikmati kegembiraan Natal.
“Kegembiraan ini tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk dibagikan kepada orang lain. Harapannya, tidak ada konflik, dendam, atau persaingan, tetapi ada kerukunan, damai, dan semangat untuk berkreativitas,” pungkasnya.
Perayaan Natal di Salatiga ini menjadi bukti nyata bahwa kota ini tidak hanya mengedepankan toleransi antarumat beragama, tetapi juga mendorong semangat kreativitas dan pembangunan ekonomi lokal yang inklusif. ***










