Beranda / REGIONAL / SEMARANG / Hari Ibu 2025, Samuel Wattimena Tekankan Prinsip Reduce dalam Pengelolaan Sampah

Hari Ibu 2025, Samuel Wattimena Tekankan Prinsip Reduce dalam Pengelolaan Sampah

SEMARANG, obyektif.tv – Anggota Komisi VII DPR RI, Samuel Wattimena, menegaskan bahwa upaya pengelolaan sampah harus diawali dari perubahan perilaku dengan mengedepankan prinsip reduce atau mengurangi produksi sampah. Hal itu disampaikannya dalam ajang Lomba Senam Kreasi dan Fashion Show berbahan limbah yang digelar dalam rangka memperingati Hari Ibu 2025 di Halaman Kantor Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, Senin (22/12/2025).

Samuel mengingatkan agar kreativitas mengolah limbah tidak menimbulkan pemahaman keliru seolah menghasilkan sampah merupakan hal yang dapat ditoleransi.

“Jangan sampai karena hari ini kita bisa mengolah limbah, lalu berpikir menghasilkan sampah itu tidak apa-apa. Yang paling utama tetap mengurangi. Reuse dan recycle itu penting, tapi jagoannya tetap reduce,” tegas Samuel.

Meski demikian, Samuel mengapresiasi tingginya antusiasme para ibu yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kebersamaan dan partisipasi aktif warga menjadi modal penting dalam membangun kesadaran lingkungan berbasis keluarga.

“Yang perlu diapresiasi hari ini adalah kesediaan dan semangat ibu-ibu untuk terlibat. Guyubnya luar biasa. Ke depan, tinggal bagaimana kita menginvestasikan pengetahuan dan wawasan agar kegiatan ini memberi dampak yang lebih berkelanjutan,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya keselarasan antara pikiran, perasaan, dan tindakan dalam setiap karya yang ditampilkan.

“Apa yang dipikirkan harus dirasakan, lalu mendorong perbuatan. Jadi bukan sekadar kumpul, gunting-gunting, lalu noto-noto, tetapi ada pesan dan ekspresi yang bisa dirasakan dampaknya oleh orang lain,” kata Samuel.

Dalam momentum Hari Ibu, Samuel memaknai peringatan tersebut sebagai bentuk penghormatan terhadap peran perempuan dalam membangun bangsa.

“Para ibu inilah yang melahirkan bangsa ini dan melahirkan peradaban dunia,” tuturnya.

Sementara itu, Camat Pedurungan Mohamad Agus Junaidi menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap visi dan misi Wali Kota Semarang dalam mendorong budaya pilah sampah dari sumber.

“Fashion show dan senam kreasi ini berbahan dasar limbah sampah. Ini bentuk edukasi pilah sampah yang dikemas secara kreatif agar ibu-ibu tertarik dan antusias,” jelasnya.

Menurut Agus, kegiatan ini diikuti perwakilan dari 12 kelurahan. Lomba senam kreasi diikuti masing-masing kelurahan dengan 10 peserta, sementara lomba fashion show diikuti 36 peserta. Total peserta mencapai sekitar 180 hingga 200 orang.

“Yang kami bangun terlebih dahulu adalah antusiasme. Harapannya, ibu-ibu semakin aktif dalam pilah sampah karena hasilnya bisa ditampilkan dan diapresiasi,” tambahnya.

Samuel Wattimena didampingi Camat Pedurungan, Agus Junaidi, saat berfoto bersama Lia Endiwati yang juga merupakan Plt Lurah Tlogosari Wetan, peraih Juara I Lomba Fashion Show Kecamatan Pedurungan.

Pada lomba Fashion Show, Lia Endiwati dari Kelurahan Tlogosari Wetan berhasil meraih Juara I dengan nilai 365 poin, serta berhak menerima trofi dan hadiah uang sebesar 3 juta. Lia yang juga menjabat sebagai Plt Lurah Tlogosari Wetan mengaku bangga dapat membawa nama kelurahannya.

“Alhamdulillah senang dan bangga. Kostum ini murni dari hasil pilah sampah, seperti galon air mineral, botol minuman, busa, dan bungkus buah. Persiapannya sekitar sepuluh hari,” ungkapnya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut sebagai agenda tahunan kecamatan. Di wilayahnya, kata Lia, program pilah sampah telah berjalan hingga tingkat RT dan direncanakan akan dikembangkan dengan program penukaran sampah dengan sembako pada 2026.

Warga Kelurahan Pedurungan Lor yang berhasil meraih Juara I Lomba Senam Kreasi Kecamatan Pedurungan.

Sementara pada lomba Senam Kreasi, Kelurahan Pedurungan Lor keluar sebagai Juara I dengan nilai 760 poin, serta berhak menerima trofi dan hadiah uang sebesar 3 juta. Perwakilan tim, Erni, mengaku senang atas capaian tersebut.

“Sangat senang dan tidak sia-sia latihan bersama selama satu minggu. Konsepnya pilah sampah dari plastik, karung beras, tutup botol, dan bahan bekas lainnya,” ujarnya.

Menurut Erni, selain mengurangi sampah, kegiatan tersebut juga mendorong kreativitas warga tanpa harus mengeluarkan biaya besar.

“Kita bikin dari apa yang ada dan bisa kita buat sendiri,” katanya.

Selengkapnya Daftar Pemenang Lomba Fashion Show dan Senam Kreasi Kecamatan Pedurungan.

Lomba Fashion Show Kecamatan Pedurungan 2025:

  • Juara I: Lia Endarwati (Tlogosari Wetan) – 365 poin, trofi dan 3 juta
  • Juara II: Artika Wijayanto (Tlogosari Wetan) – 355 poin, trofi dan 2,5 juta
  • Juara III: Sulistijani (Kalicari) – 328 poin, trofi dan 2 juta
  • Juara Harapan I: Wahyuni Ngasih (Pedurungan Tengah) – 314 poin, trofi dan 1,75 juta
  • Juara Harapan II: Siti Zubaedah (Tlogosari Wetan) – 303 poin, trofi dan 1,5 juta
  • Juara Harapan III: Christine (Pedurungan Tengah) – 294 poin, trofi dan 1,25 juta
  • Juara Favorit: Suparti (Tlogosari Kulon)

Lomba Senam Kreasi Kecamatan Pedurungan 2025:

  • Juara I: Pedurungan Lor – 760 poin, trofi dan 3 juta
  • Juara II: Pedurungan Kidul – 755 poin, trofi dan 2,5 juta
  • Juara III: Kalicari – 720 poin, trofi dan 2 juta
  • Juara Harapan I: Tlogosari Kulon – 705 poin, trofi dan 1,75 juta
  • Juara Harapan II: Plamongansari – 685 poin, trofi dan 1,5 juta
  • Juara Harapan III: Tlogosari Wetan – 680 poin, trofi dan 1,25 juta

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sarana edukasi sekaligus pemantik kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah berkelanjutan. Melalui pendekatan kreatif dan partisipatif, peringatan Hari Ibu di Kecamatan Pedurungan tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga mendorong perubahan perilaku dalam memilah dan mengurangi sampah dari lingkungan keluarga hingga masyarakat. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *