TEMANGGUNG, obyektif.tv – Kerusakan talud di Jembatan Galeh, Kecamatan Parakan, Kabupaten Temanggung, dipastikan akan ditangani pemerintah melalui program pembangunan tahun 2026. Perbaikan tersebut diharapkan mampu meningkatkan keamanan pengguna jalan sekaligus menunjang kelancaran aktivitas masyarakat di sekitar jembatan.
Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Cipta Karya (PU BMCK) Provinsi Jawa Tengah menyatakan, penanganan kerusakan talud telah mendapat persetujuan dan saat ini memasuki tahap persiapan pelaksanaan.
Koordinator Pengawas Lapangan PPK 2.4 Provinsi Jawa Tengah, Joko Budi Santoso, Selasa (6/1/2026), mengatakan perbaikan akan mencakup talud sepanjang kurang lebih 100 meter serta lantai jembatan.
“Pengajuan perbaikan talud sudah disetujui. Saat ini masih dalam tahapan tender atau lelang,” ujarnya.
Menurut Joko, pekerjaan perbaikan akan difokuskan pada talud sisi kanan jembatan, mengingat talud di sisi kiri telah lebih dahulu diperbaiki pada 2022. Dalam pelaksanaannya, konstruksi talud akan menggunakan beton siklop, yakni jenis beton khusus untuk pondasi dalam yang dipadukan dengan batu-batu berukuran besar.
“Nantinya talud akan dibangun menggunakan beton siklop, kemudian dilanjutkan dengan pekerjaan timbunan. Untuk jenis material timbunan, saat ini masih dalam tahap koordinasi dengan perencana,” jelasnya.
Sementara itu, warga sekitar jembatan mengaku cemas dengan kondisi talud yang ambrol dan menggantung. Air Titik Wardhani (36), salah seorang warga, menilai kondisi tersebut sangat membahayakan, terutama saat debit air sungai meningkat.
“Kami warga sangat khawatir, apalagi ketika terjadi banjir. Dalam kondisi tidak banjir saja talud sudah menggantung. Jika banjir besar terjadi, sangat mungkin talud kembali ambrol dan jembatan bisa runtuh,” katanya.
Warga berharap perbaikan talud dapat segera direalisasikan guna mencegah kerusakan lebih lanjut serta menjamin keselamatan pengguna jembatan dan kelancaran mobilitas ekonomi masyarakat. ***










