Beranda / NEWS / Nawal Arafah Yasin: JMQH Harus Perkuat Pembinaan Perempuan Penghafal Al-Qur’an

Nawal Arafah Yasin: JMQH Harus Perkuat Pembinaan Perempuan Penghafal Al-Qur’an

SRAGEN, obyektif.tv – Pengurus Pusat Jami’iyyah Mudarasatil Qur’an lil Hafizhat (JMQH), Nawal Arafah Yasin, menegaskan pentingnya penguatan pembinaan berkelanjutan bagi perempuan penghafal Al-Qur’an. Menurutnya, JMQH memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas hafalan sekaligus membentuk karakter Qur’ani para anggotanya.

Hal tersebut disampaikan Nawal saat mengisi Mauidhoh Hasanah dalam Pelantikan Pengurus JMQH Kabupaten Sragen Periode 2026–2030 di Pendopo Sumonegaran, Rumah Dinas Bupati Sragen, Sabtu (24/1/2026). Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari implementasi program Pesantren Obah yang diinisiasi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen.

Nawal yang juga istri Wakil Gubernur Jawa Tengah menekankan, pembinaan hafizhat tidak cukup hanya pada capaian jumlah hafalan. Kualitas bacaan Al-Qur’an, kedisiplinan mura’jaah, serta pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari harus menjadi perhatian utama organisasi.

“JMQH memiliki tanggung jawab tidak hanya menjaga hafalan Al-Qur’an, tetapi juga memastikan bacaan yang benar sesuai makhorijul huruf,” tegas Nawal.

Ia mendorong pengurus JMQH di seluruh tingkatan, khususnya di Kabupaten Sragen, untuk menyusun program pembinaan yang terarah dan konsisten. Bentuk pembinaan tersebut antara lain melalui pelatihan pelafalan Al-Qur’an, pembiasaan mura’jaah secara rutin, kegiatan tadarus, hingga khataman Al-Qur’an.

Lebih lanjut, Nawal mengingatkan bahwa Al-Qur’an merupakan pedoman hidup umat Islam. Oleh karena itu, para perempuan penghafal Al-Qur’an diharapkan mampu memahami dan mengamalkan kandungannya, sehingga dapat menjadi teladan di tengah masyarakat.

“Harapannya, JMQH mampu melahirkan perempuan penghafal Al-Qur’an yang tidak hanya unggul dalam hafalan, tetapi juga berakhlak Qur’ani dan memberi manfaat luas bagi umat,” ujarnya. Nawal yang juga Ketua TP PKK Jawa Tengah menambahkan, pengamalan nilai Al-Qur’an akan memperkuat peran sosial JMQH di masyarakat.

Sementara itu, Ketua JMQH Kabupaten Sragen, Asma’i Gunarsih, menyampaikan bahwa pihaknya secara rutin menggelar majelis bulanan untuk merawat hafalan Al-Qur’an, mulai dari tingkat kecamatan hingga kabupaten.

“Kami memiliki agenda rutin turun ke daerah-daerah untuk menguatkan semangat ibu-ibu hafizah agar terus mura’jaah dan merawat hafalan Al-Qur’an,” kata Asma’i.

Ia menyebutkan, jumlah perempuan penghafal Al-Qur’an di Kabupaten Sragen saat ini mencapai lebih dari 384 orang. Untuk menjaga keberlanjutan organisasi, JMQH Kabupaten Sragen juga mengupayakan regenerasi hafizhat.

“Semoga ke depan JMQH di Kabupaten Sragen semakin baik dan semakin maju dalam merawat Al-Qur’an,” harapnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *