JAKARTA, obyektif.tv – PT Kereta Api Pariwisata (KAI Wisata) terus mengembangkan layanan pendukung perjalanan guna memudahkan mobilitas pelanggan di stasiun. Melalui layanan e-Porter, KAI Wisata menghadirkan solusi angkut barang yang praktis, terjangkau, dan mudah diakses untuk menunjang kenyamanan pelanggan sejak berada di area stasiun.
Direktur Komersial KAI Wisata, Hetty Herawati, mengatakan pengembangan layanan e-Porter merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam meningkatkan pengalaman pelanggan, khususnya bagi mereka yang membawa barang bawaan dalam jumlah banyak.
“KAI Wisata menghadirkan layanan e-Porter sebagai solusi praktis untuk membantu pelanggan membawa barang bawaan. Dengan tarif flat dan proses pemesanan yang mudah, kami ingin mobilitas pelanggan di stasiun menjadi lebih lancar dan nyaman,” ujar Hetty, Selasa (3/2/2026).
Layanan e-Porter ditawarkan dengan tarif flat sebesar Rp38.000, sehingga pelanggan tidak perlu khawatir terhadap perhitungan biaya tambahan. Layanan ini dapat dimanfaatkan oleh penumpang kereta api maupun pengguna fasilitas stasiun yang membutuhkan bantuan angkut barang.
Saat ini, layanan e-Porter telah tersedia di 14 stasiun strategis yang memiliki tingkat mobilitas penumpang tinggi, yakni Stasiun Gambir, Pasar Senen, Jatinegara, Bekasi, Bandung, Cirebon, Semarang Tawang, Purwokerto, Yogyakarta, Solo Balapan, Madiun, Malang, Surabaya Pasarturi, dan Surabaya Gubeng.
Hetty menambahkan, pengembangan layanan e-Porter juga ditujukan untuk mendukung kelompok pelanggan dengan kebutuhan khusus, seperti keluarga, lansia, serta pelanggan dengan keterbatasan mobilitas, terutama pada periode dengan volume penumpang yang meningkat.
“Kami ingin menghadirkan layanan yang inklusif dan bernilai tambah, sehingga pelanggan dapat bergerak lebih leluasa di stasiun tanpa terbebani oleh barang bawaan,” tambahnya.
Untuk memudahkan akses, layanan e-Porter dapat digunakan melalui Aplikasi e-Porter maupun Aplikasi Access by KAI yang tersedia di App Store dan Play Store. Pemesanan porter digital ini tersedia melalui dua metode, yakni instan dan terjadwal. Pada metode instan, pelanggan dapat langsung memesan porter di stasiun melalui pemindaian kode barcode, sementara pemesanan terjadwal dapat dilakukan sebelum kereta tiba di stasiun tujuan.
Ke depan, KAI Wisata akan terus melakukan evaluasi dan pengembangan layanan pendukung perjalanan agar semakin adaptif terhadap kebutuhan pelanggan serta mendukung stasiun sebagai ruang publik yang nyaman dan ramah.
“Dengan e-Porter, kami berharap mobilitas pelanggan di stasiun semakin mudah dan perjalanan kereta api dapat dinikmati dengan lebih tenang dan menyenangkan,” tutup Hetty Herawati. ***










