Beranda / REGIONAL / SEMARANG / Pemkot Semarang Siapkan Perpustakaan Modern di Srondol, Targetkan 400 Pemustaka per Hari

Pemkot Semarang Siapkan Perpustakaan Modern di Srondol, Targetkan 400 Pemustaka per Hari

SEMARANG, obyektif.tv – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menyiapkan perpustakaan modern yang berlokasi di Kelurahan Srondol, Kecamatan Banyumanik. Fasilitas literasi ini ditargetkan mampu melayani hingga 350–400 pemustaka setiap hari sebagai bagian dari upaya meningkatkan minat baca dan ruang interaksi publik berbasis pengetahuan.

Gedung perpustakaan tersebut dibangun di atas lahan seluas 1.019 meter persegi dengan desain empat lantai yang mengintegrasikan fungsi literasi, edukasi, dan ruang kreatif. Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan (Arpus) Kota Semarang, Bambang Suranggono, mengatakan konsep modern dihadirkan melalui fasilitas yang ramah pengunjung dan menyesuaikan kebutuhan masyarakat perkotaan.

“Gedung ini terdiri dari empat lantai. Basement digunakan sebagai area parkir, lantai satu untuk layanan peminjaman buku, lantai dua difungsikan sebagai ruang baca, ruang budaya, mini cafe, dan co-working space. Lantai tiga merupakan ruang audio visual, serta rooftop yang bisa dimanfaatkan sebagai ruang diskusi,” ujar Bambang, Senin (2/2/2026).

Menurutnya, ruang audio visual yang tersedia dapat menampung hingga 80 orang dan dimanfaatkan untuk pemutaran film pendek maupun film yang bersumber dari buku. Fasilitas tersebut menjadi salah satu daya tarik perpustakaan untuk menjangkau segmen generasi muda.

Perpustakaan modern ini direncanakan beroperasi setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 21.00 WIB dengan sistem kerja petugas secara shift. Pemkot Semarang juga menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan berbahasa asing untuk mendampingi pemustaka mancanegara.

“Koleksi kami tidak hanya berbahasa Indonesia, tetapi juga tersedia dalam bahasa Arab, Mandarin, Jepang, dan Inggris. Karena itu, kami siapkan petugas yang mampu berbahasa asing agar layanan lebih optimal,” jelasnya.

Bambang menambahkan, pembangunan tahap pertama berupa struktur bangunan telah rampung pada Desember 2025. Tahap ini didanai melalui APBD Kota Semarang sebesar Rp 200 juta dan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari APBN senilai Rp 7,8 miliar.

Sementara itu, pembangunan tahap kedua yang meliputi pengerjaan interior, pengadaan mebeler, serta penambahan koleksi buku telah dialokasikan anggaran dari APBD Kota Semarang sebesar Rp 5,3 miliar.

“Desain interiornya mengusung konsep njawani sebagai identitas Kota Semarang. Kami harapkan proses lelang interior selesai pada Februari hingga Maret, kemudian pembangunan berlangsung sekitar tiga bulan. Targetnya akhir Maret mulai dikerjakan dan pada Juni sudah benar-benar siap digunakan,” tandasnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *