Beranda / NEWS / Pendaki Hilang di Mongkrang Ditemukan Meninggal Setelah 24 Hari

Pendaki Hilang di Mongkrang Ditemukan Meninggal Setelah 24 Hari

KARANGANYAR, obyektif.tv – Pendaki yang dilaporkan hilang di Bukit Mongkrang, lereng Gunung Lawu, Kabupaten Karanganyar, Yazid Ahmad Firdaus (26), ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Selasa (10/2/2026). Penemuan itu mengakhiri pencarian yang berlangsung selama 24 hari.

Jenazah Yazid ditemukan sekitar pukul 08.54 WIB di celah tebing aliran sungai di antara Bukit Mongkrang dan Bukit Mitis. Kepala Kantor Basarnas Surakarta, Kamal Riswandi, mengatakan korban ditemukan oleh tim Wanadri yang sedang melakukan flying camp di kawasan tersebut.

“Posisi korban berada di bawah Mongkrang mengikuti aliran sungai. Karena jalur menuju puncak cukup curam, proses evakuasi dilakukan melalui jalur yang lebih landai di wilayah Beruk,” ujar Kamal.

Sebanyak 50 personel SAR gabungan dikerahkan dalam proses evakuasi. Jenazah kemudian dibawa ke RSUD Karanganyar sebelum dipulangkan ke rumah duka di Desa Gawanan, Kecamatan Colomadu, sekitar pukul 20.00 WIB. Pada malam yang sama, jenazah disalatkan dan dimakamkan.

Yazid sebelumnya dilaporkan hilang setelah melakukan pendakian pada Minggu (18/1/2026). Operasi pencarian dimulai sehari kemudian dan berlangsung selama tujuh hari hingga 25 Januari, lalu diperpanjang sampai 31 Januari. Namun, pada periode tersebut korban belum ditemukan.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menyampaikan duka atas peristiwa itu dan melayat ke rumah duka pada Selasa malam. Ia menyebut ditemukannya korban memberi kepastian bagi keluarga setelah penantian panjang.

“Alhamdulillah Mas Yazid sudah ditemukan, meskipun kondisinya tidak seperti yang kita harapkan. Keluarga menyampaikan sudah ikhlas,” kata Sumarno.

Ia juga mengapresiasi kerja tim SAR dan relawan yang terlibat dalam pencarian di medan yang cukup berat. Menurut Sumarno, peristiwa ini menjadi bahan evaluasi terkait aspek keselamatan pendakian di Bukit Mongkrang yang berada dalam pengelolaan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

“Kami telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Kejadian ini menjadi evaluasi bersama untuk meningkatkan aspek keselamatan, mulai dari penataan jalur, petunjuk arah, hingga pengawasan, terutama bagi pendaki pemula,” ujarnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *