KABUPATEN SEMARANG, obyektif.tv – Sebanyak 117 kandidat calon Ketua Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Kabupaten Semarang mengikuti seleksi secara daring yang difasilitasi oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Jawa Tengah. Seleksi ini merupakan bagian dari mekanisme internal partai dalam menentukan kepemimpinan di tingkat kecamatan.
Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Semarang, Ngesti Nugraha, mengatakan bahwa seluruh peserta mengikuti tes secara online sesuai dengan ketentuan yang telah diatur partai.
“Penentuan ketua PAC terpilih menjadi kewenangan DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah, sementara untuk ketua DPC merupakan kewenangan DPP,” ujarnya saat ditemui di kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Semarang, Minggu (19/4/2026).
Ia menjelaskan, setelah ketua PAC terpilih, tahapan berikutnya adalah pelaksanaan Musyawarah Anak Cabang (Musancab) untuk menyusun kepengurusan. Proses tersebut mengacu pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai, termasuk ketentuan keterwakilan perempuan minimal 30 persen.
“Keterwakilan perempuan wajib dipenuhi, tidak hanya di tingkat PAC tetapi juga di DPC. Selain itu, kepengurusan juga harus merangkul seluruh golongan,” katanya.
Menurut Ngesti, proses seleksi dilakukan secara selektif mengingat sistem kepartaian yang bersifat komando. Evaluasi terhadap kinerja pengurus juga akan dilakukan secara berkala.
“Jika ada ketua atau pengurus PAC yang tidak aktif, tentu akan dilakukan evaluasi,” tegasnya.
Ia menambahkan, pengurus dituntut memiliki tingkat keaktifan tinggi dalam menjalankan berbagai agenda partai, termasuk rapat dan kegiatan kepartaian lainnya. Soliditas dan loyalitas kader menjadi kunci dalam memperkuat organisasi hingga ke tingkat bawah.
Dengan mekanisme tanpa pemilihan terbuka maupun tertutup, lanjutnya, diharapkan tidak muncul fragmentasi di internal partai.
“Tidak ada voting atau pemilihan dari bawah, sehingga tidak ada blok-blokan. Semua kader harus bergerak bersama untuk kebesaran partai,” ujarnya.
Selain itu, dalam struktur kepengurusan nantinya juga akan terdapat unsur pendamping yang akan masuk dalam jajaran pengurus sesuai kebutuhan organisasi.
Ngesti menekankan bahwa kepengurusan PAC harus mendapat dukungan penuh dari seluruh kader agar mampu membangun organisasi yang solid, kompak, dan harmonis hingga ke tingkat ranting di desa dan kelurahan.
“PAC harus solid, kompak, dan guyub rukun sehingga mampu memperkuat struktur partai hingga ke tingkat bawah,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa kepengurusan ke depan akan mengedepankan prinsip kolaborasi dengan melibatkan berbagai elemen, termasuk perempuan dan generasi muda.
“Kita kolaborasi antara pengurus lama dan unsur baru, termasuk perempuan dan anak muda, karena mereka yang akan melanjutkan perjuangan partai ke depan,” pungkasnya. ***









