Beranda / LIFESTYLE / MUSIK / Kurasi Musik Vol. 60: Menjaga Kesiapan Mental di Industri Musik

Kurasi Musik Vol. 60: Menjaga Kesiapan Mental di Industri Musik

JAKARTA, obyektif.tv – Kesiapan mental musisi dalam menghadapi dinamika industri musik menjadi sorotan dalam gelaran Kurasi Musik Vol. 60 yang berlangsung di Bowl Coffee Connections, Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (19/4/2026) malam. Selain menampilkan pertunjukan musik, acara ini juga menghadirkan ruang diskusi yang menekankan pentingnya ketahanan mental setelah karya dirilis ke publik.

Acara yang dimulai pukul 20.00 WIB tersebut dibuka oleh Tavisha, band pop folk yang membawakan empat lagu dengan aransemen matang. Salah satu lagu mereka menghadirkan nuansa berbeda, terinspirasi dari pengalaman saat proses rekaman di studio ketika tercium aroma melati. Pengalaman tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam komposisi musik dan menciptakan atmosfer khas yang turut dirasakan penonton.

Penampilan berikutnya diisi oleh Ashley Hamel, musisi solo asal Amerika Serikat yang tampil dengan format akustik menggunakan gitar dan ukulele. Ia menunjukkan ekspresi musikal yang kuat, termasuk saat membawakan lagu berbahasa Indonesia yang mendapat respons positif dari penonton. Dalam kesempatan tersebut, kurator juga mendorong Ashley untuk menciptakan karya berbahasa Indonesia versinya sendiri.

Sorotan utama hadir dalam sesi talkshow bertajuk “Apa yang Harus Dilakukan After Rilis?” yang menghadirkan Nazril dari Mute Musik, Phanoz—drummer dan komposer D’Avery, serta Ully Dalimunthe. Diskusi berlangsung interaktif dengan membahas berbagai langkah yang perlu dilakukan musisi setelah merilis karya, seperti strategi promosi, produksi konten, membangun jejaring, hingga menjaga stabilitas mental di tengah tekanan industri musik yang kompetitif.

Para pembicara menekankan bahwa selain kualitas karya, kesiapan mental menjadi faktor penting yang menentukan keberlanjutan karier musisi. Respons publik, tuntutan algoritma platform digital, serta ekspektasi untuk terus produktif menjadi tantangan yang harus dihadapi dengan kesiapan yang matang.

Sebagai penutup, Syair Semesta tampil dengan energi grunge yang kuat melalui lagu-lagu bertema kritik sosial. Distorsi yang kental dan ekspresi panggung yang intens berhasil menghidupkan suasana sekaligus menutup rangkaian acara dengan penuh energi.

Kurasi Musik selanjutnya dijadwalkan berlangsung pada 26 April 2026 melalui Kurasi Musik Wonosobo Vol. 3 di Lee Coffee, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *