REMBANG, obyektif.tv – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, menekankan pentingnya perempuan masa kini untuk menghidupkan nilai-nilai perjuangan Raden Ajeng Kartini dengan bekal ilmu pengetahuan, karakter kuat, dan integritas.
Hal tersebut disampaikannya dalam talkshow Peringatan Hari Kartini 2026 bertema “Kartini Menginspirasi: Berjiwa Independen, Teguh Berintegritas” yang digelar oleh Otoritas Jasa Keuangan di Museum RA Kartini, Senin (20/4/2026).
Menurut Nawal, Kartini merupakan sosok perempuan visioner yang mampu berpikir melampaui zamannya. Gagasan-gagasannya dinilai tetap relevan hingga kini, khususnya dalam mendorong kemajuan perempuan di berbagai bidang.
“Kartini memiliki visi yang jauh ke depan. Pemikirannya masih relevan dan harus terus dihidupkan oleh perempuan masa kini,” ujarnya.
Ia menjelaskan, nilai-nilai perjuangan Kartini tidak hanya tercermin dalam upaya memperjuangkan pendidikan perempuan, tetapi juga pada kekuatan karakter dan integritas yang dimilikinya. Kartini, lanjut Nawal, menjadi teladan bahwa perempuan harus mampu memadukan kecerdasan intelektual dengan akhlak dan keteguhan prinsip.
Dalam kesempatan itu, Nawal hadir mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen. Ia menuturkan, kiprah Kartini dalam mendirikan sekolah perempuan di Semarang menjadi bukti nyata perjuangan dalam memperluas akses pendidikan bagi perempuan di tengah keterbatasan pada masanya.
Selain itu, Kartini juga dikenal memiliki kedalaman spiritual. Ia pernah belajar kepada Kiai Sholeh Darat dan turut mendorong lahirnya karya tafsir Al-Qur’an Faidur Rahman. Hal ini menunjukkan pentingnya keseimbangan antara intelektualitas dan spiritualitas dalam membentuk karakter perempuan.
“Perempuan tidak cukup hanya berilmu, tetapi juga harus memiliki karakter yang baik dan integritas yang kuat, serta didukung spiritualitas,” tegasnya.
Lebih lanjut, Nawal mengajak perempuan untuk mengimplementasikan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dengan mengambil peran aktif dalam melindungi dan memberdayakan sesama perempuan.
Ia menilai, semangat Kartini tetap relevan dalam menghadapi berbagai persoalan sosial saat ini, seperti kekerasan terhadap perempuan, ketimpangan gender, hingga rendahnya kesadaran akan pentingnya pemberdayaan perempuan.
“Perempuan masa kini harus mampu menjadi pelindung dan penggerak di lingkungannya,” ujarnya.
Nawal menambahkan, semangat Kartini perlu diwujudkan melalui aksi nyata yang berdampak bagi masyarakat, sekaligus berkontribusi dalam pembangunan daerah.
“Nilai-nilai Kartini harus terus dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya. ***










