Beranda / REGIONAL / SEMARANG / Usai Pembukaan MTQ Nasional XXXI, Simpang Lima Kembali Bersih Dini Hari

Usai Pembukaan MTQ Nasional XXXI, Simpang Lima Kembali Bersih Dini Hari

SEMARANG, obyektif.tv — Kawasan Lapangan Pancasila Simpang Lima, Kota Semarang, kembali bersih pada Minggu (13/9/2026) dini hari setelah digunakan sebagai lokasi pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026, Sabtu (12/9/2026) malam.

Ribuan warga yang memadati kawasan tersebut selama pembukaan MTQ membuat volume sampah meningkat. Namun, begitu acara berakhir, petugas kebersihan langsung bergerak melakukan penyisiran dan pengangkutan sampah hingga kawasan kembali bersih.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan, kebersihan menjadi bagian penting dari pelayanan kepada masyarakat dan tamu yang hadir dalam rangkaian MTQ Nasional XXXI.

“Kami ingin MTQ Nasional ini sukses penyelenggaraannya, tetapi juga sukses memberikan kenyamanan kepada masyarakat. Karena itu begitu kegiatan selesai, penanganan sampah langsung dilakukan. Jangan sampai kemeriahan acara meninggalkan persoalan kebersihan,” kata Agustina di kawasan Simpang Lima.

Untuk memastikan penanganan berjalan cepat, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang menyiagakan 20 personel. Lima personel bertugas menyisir kawasan Lapangan Simpang Lima bersama Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP).

Sementara 15 personel lainnya menyisir kawasan di luar lingkar Simpang Lima, meliputi Jalan Pahlawan, Jalan Pandanaran, sejumlah venue, hingga kawasan kuliner yang menjadi pusat aktivitas selama pelaksanaan MTQ.

Selain personel, sejumlah armada pengangkut sampah juga disiapkan. DLH mengerahkan dua kontainer dan dua dump truck, sedangkan DPKP menyiapkan tiga dump truck.

Dengan kapasitas maksimal sekitar lima ton per unit, total kapasitas angkut yang disiapkan mencapai sekitar 35 ton.

“Ini bentuk kesiapan kita. Kita siapkan armada dan personel sesuai kebutuhan lapangan. Setelah massa bubar, petugas langsung menyisir dan mengangkut sampah supaya kawasan Simpang Lima dan sekitarnya kembali bersih,” ujar Agustina.

Penanganan kebersihan dilakukan secara lintas perangkat daerah. DLH bersama DPKP berfokus pada kawasan Simpang Lima, sementara Dinas Pekerjaan Umum menangani area di luar lingkar, terutama saluran dan drainase.

Agustina mengatakan, upaya menjaga kebersihan tidak berhenti setelah pembukaan. Penanganan akan terus dilakukan selama rangkaian MTQ Nasional XXXI yang berlangsung hingga 20 September 2026.

Sasaran pengelolaan kebersihan mencakup venue perlombaan, kawasan kuliner, area pameran, serta berbagai titik aktivitas kafilah dan masyarakat.

Menurut Agustina, pengurangan dan pemilahan sampah sejak dari sumber juga penting dilakukan agar persoalan sampah tidak hanya diselesaikan melalui pengangkutan.

“Kita tidak bisa hanya berpikir bagaimana mengangkut sampah sebanyak-banyaknya. Yang lebih penting adalah bagaimana sampah itu dikurangi, dipilah, dan dikelola sejak dari sumbernya. Ini menjadi pekerjaan bersama selama MTQ berlangsung,” katanya.

Ia mengajak masyarakat, kafilah, dan panitia turut menjaga kebersihan dengan membuang sampah pada tempatnya serta melakukan pemilahan jika memungkinkan.

“Pemerintah sudah menyiapkan petugas dan fasilitasnya, tinggal kita bersama-sama menjaga. Target kita jelas: MTQ sukses, masyarakat nyaman, pelayanan berjalan, dan Kota Semarang tetap bersih. Ini tanggung jawab kita bersama sebagai tuan rumah,” pungkas Agustina. ***

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *