SEMARANG, obyektif.tv – Kreativitas dan ketekunan warga binaan Lapas Perempuan Kelas II A Bulu Semarang kembali menunjukkan hasilnya. Dalam gelaran Fashion Show Batik Nusantara bertajuk “Benang Cinta Ibu: Dari Balik Tangan yang Menguatkan”, Senin (23/12/2025), para warga binaan menampilkan karya batik mereka yang sarat makna, dengan Batik Malini Padma menjadi sorotan utama.
Karya ini diperagakan langsung oleh Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Bulu Semarang, Ade Agustina, sebelum dilelang dan berhasil terjual Rp 15 juta. Seluruh hasil penjualan akan disumbangkan untuk korban bencana di Sumatera, menjadikan batik ini bukan sekadar karya seni, tetapi juga sarana kepedulian sosial.
Mantan Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu atau yang akrab disapa Mbak Ita, turut berpartisipasi sebagai peragawati. Bersama beberapa warga binaan lainnya, Mbak Ita berjalan di catwalk mengenakan batik berwarna oranye, sambil membawa selembar kain batik hasil karya warga binaan, menambah kesan hangat dan humanis dalam peragaan tersebut.

Batik Malini Padma lahir dari tangan-tangan warga binaan dengan filosofi mendalam. Motif Padma, terinspirasi dari bunga teratai, melambangkan kesucian, pencerahan, dan kelahiran kembali. Sedangkan Malini mewakili sosok feminin ilahi yang anggun dan kuat. Kombinasi keduanya menghasilkan karya yang indah sekaligus memancarkan pesan spiritual: perempuan mampu tumbuh bersih dan indah meski berasal dari lingkungan penuh keterbatasan.
Peragaan Batik Malini Padma di catwalk tidak hanya memikat mata, tetapi juga menyentuh hati. Karya ini membuktikan bahwa seni bisa menjadi medium ekspresi diri, pemberdayaan, dan inspirasi, sekaligus menunjukkan bahwa setiap benang yang dijahit adalah cerita perjuangan dan keteguhan hati.
Gelaran ini menegaskan bahwa kreativitas warga binaan dapat menghasilkan karya bernilai tinggi, sekaligus memberikan dampak sosial positif melalui seni dan donasi. ***










