SEMARANG, obyektif.tv – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Bulu Semarang menggelar Fashion Show Batik Nusantara bertajuk “Benang Cinta Ibu: Dari Balik Tangan yang Menguatkan”, Senin (23/12/2025). Kegiatan ini menampilkan peragaan busana batik hasil karya warga binaan sebagai wujud pembinaan kemandirian sekaligus penguatan produk UMKM lapas.
Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Mashudi, mengapresiasi terobosan Lapas Perempuan Bulu Semarang yang berhasil mengembangkan batik dengan ciri khas motif bunga teratai. Menurutnya, kualitas karya warga binaan tersebut mampu bersaing dengan produk di luar lapas.
“Saya sangat mengapresiasi Lapas Perempuan ini. Produk UMKM-nya, khususnya batik, memiliki kekhasan yang kuat, seperti motif bunga teratai. Karya yang ditampilkan hari ini tidak hanya bernilai estetika, tetapi juga memiliki nilai kemanusiaan,” ujar Mashudi.
Mashudi menjelaskan, hasil lelang dari peragaan busana batik tersebut akan disalurkan untuk membantu masyarakat di Sumatra Utara, termasuk wilayah Aceh. Kegiatan serupa, lanjutnya, juga telah dan akan dilaksanakan di daerah lain, seperti Bali, sebagai bagian dari program berkelanjutan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.
“Kegiatan ini tidak berhenti di sini. Di Bali juga kami lakukan hal yang sama, dan ke depan akan terus berlanjut. Ini menjadi bentuk apresiasi sekaligus dorongan agar UMKM di lapas dapat berkembang dan berdaya saing di dunia luar,” katanya.
Ia menilai karya para warga binaan lapas sangat luar biasa dan dapat menjadi contoh bagi lapas-lapas lain di seluruh Indonesia. Mashudi berharap, UMKM yang ada di 532 lapas dan rumah tahanan di Indonesia mampu berkompetisi secara sehat dengan produk serupa di masyarakat umum.
“Harapan kami, UMKM di lapas bisa booming di luar dan benar-benar bersaing. Ini bukan hanya soal pembinaan, tetapi juga soal kepercayaan bahwa warga binaan memiliki potensi besar,” tegasnya.
Kegiatan fashion show ini juga digelar bertepatan dengan peringatan Hari Ibu. Mashudi menyampaikan, momen tersebut dipilih secara khusus untuk menegaskan peran dan kekuatan perempuan, termasuk warga binaan perempuan, dalam berkarya dan berkontribusi bagi masyarakat.
“Karena bertepatan dengan Hari Ibu, kegiatan ini kami gelar di lapas perempuan. Ke depan, pada agenda jumpa pers di bulan Maret, kami juga akan mencontohkan model pengelolaan koperasi dan kegiatan serupa di Jakarta,” pungkasnya. ***










