Beranda / REGIONAL / SEMARANG / Girlsonweekend Hadirkan Yoga & Pilates Bernuansa Alam di Festival Ekraf 2025

Girlsonweekend Hadirkan Yoga & Pilates Bernuansa Alam di Festival Ekraf 2025

KABUPATEN SEMARANG, obyektif.tv – Komunitas Girlsonweekend menggelar sesi yoga dan pilates di kawasan wisata Bukit Cinta, Rawa Pening, Kabupaten Semarang, Minggu (7/12/2025) pagi, sebagai bagian dari rangkaian Festival Ekonomi Kreatif dan Desa Wisata 2025. Kegiatan tersebut menjadi salah satu program olahraga berbasis mindful experience yang menyasar masyarakat urban untuk merasakan aktivitas olahraga di ruang terbuka dengan suasana alam.

Kegiatan dimulai dengan sesi yoga pada pagi hari, dilanjutkan dengan penyediaan refreshment berupa snack dan minuman ringan bagi para peserta. Usai sesi olahraga, peserta diikutsertakan dalam aktivitas rekreasi berkeliling Rawa Pening menggunakan perahu untuk merasakan pengalaman menikmati panorama alam secara langsung.

“Kalau kita yang tinggal di kota melihat pemandangan seperti ini pasti merasa tenang, karena ini bukan hal yang kita lihat setiap hari. Yoga sambil memandang gunung dan langit itu terasa sekali healing-nya,” ujar Tanjung Dyah, dari komunitas Girlsonweekend yang hadir bersama Nindi dan Katherine.

Tanjung menjelaskan bahwa keikutsertaan mereka dalam festival ini sekaligus memperkenalkan konsep pop-up yoga dan pilates di ruang terbuka, sebagai alternatif aktivitas olahraga yang tidak monoton di studio.

“Kami senang karena baru tahu kalau di sini ada Bukit Cinta yang lokasinya benar-benar di tepi Rawa Pening. Untuk Girlsonweekend sendiri, kami menginisiasi event pop-up yoga dan pilates outdoor supaya tidak monoton di dalam studio,” katanya.

Pada kegiatan kali ini terdapat 33 peserta yang berasal dari Semarang, Salatiga, dan Ungaran, bahkan beberapa dari luar kota. Ia menambahkan, komunitas ini menargetkan segmen peserta yang lebih luas tanpa dibatasi wilayah maupun usia.

Tanjung menegaskan manfaat penting yoga dan pilates untuk kebugaran tubuh. Yoga untuk stretching otot dan mobilitas, sedangkan pilates fokus pada penguatan core tubuh.

“Kalau pilates itu untuk melatih core supaya badan tetap kuat. Misalnya tidak kuat mengangkat galon, berarti core-nya lemah. Pilates melatih itu. Sedangkan yoga mengajarkan stretching, karena banyak orang membungkuk karena jarang melakukan peregangan ke belakang,” jelasnya.

Instruktur yoga, Imelda, menambahkan bahwa yoga bukan tentang kompetisi melainkan proses untuk memahami kondisi tubuh sendiri.

“Yoga itu mengajarkan mengenal diri sendiri. Tidak perlu memaksakan gerakan. Yang penting mencoba dan mengetahui sisi tubuh yang lemah untuk dilatih agar seimbang,” ujarnya.

Instruktur Yoga, Imelda.

Menurutnya, pelaksanaan yoga di Bukit Cinta memberikan pengalaman tersendiri karena didukung suasana alam yang selaras dengan prinsip relaksasi.

“Bagus sekali yoga di sini karena pemandangannya luar biasa, back to nature. Apalagi ditambah sound healing saat savasana, jadi lebih rileks setelah gerakan yang intens,” ungkapnya.

Walau kegiatan outdoor memiliki keterbatasan alat bantu seperti di studio, Imelda menyebut bahwa yoga dapat diikuti siapa saja tanpa batas usia, termasuk anak-anak.

“Yang penting mereka mau bergerak dan menikmati olahraga, itu sudah luar biasa. Di era gadget seperti sekarang, anak-anak yang mau berolahraga itu sangat membanggakan,” tambahnya.

Girlsonweekend merupakan komunitas yang terbentuk pada Februari 2025. Meski namanya identik dengan perempuan, komunitas ini terbuka bagi semua kalangan tanpa membedakan gender. Komunitas tersebut memfokuskan kegiatannya pada aktivitas mindful dan healing di akhir pekan untuk membantu pemulihan fisik dan mental setelah rutinitas kerja.

Melalui keterlibatan komunitas olahraga seperti Girlsonweekend, Festival Ekonomi Kreatif dan Desa Wisata 2025 diharapkan menjadi platform pengembangan potensi wisata berbasis pengalaman, sekaligus memperluas daya tarik Bukit Cinta sebagai destinasi rekreasi dan aktivitas sehat. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *