Beranda / NEWS / Gubernur Jateng Jadi Fotografer Dadakan saat Wapres Gibran Kunjungi Pengungsian Tegal

Gubernur Jateng Jadi Fotografer Dadakan saat Wapres Gibran Kunjungi Pengungsian Tegal

TEGAL, obyektif.tv – Momen disela kunjungan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka ke lokasi pengungsian bencana tanah gerak di Kabupaten Tegal, Jumat (6/2/2026), berlangsung hangat dan penuh keakraban. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi yang mendampingi Wapres, mendadak berperan sebagai fotografer dadakan saat warga pengungsi meminta foto bersama.

Peristiwa tersebut terjadi di Pondok Pesantren Al Adalah 2 yang sementara difungsikan sebagai tempat pengungsian warga terdampak bencana. Usai menyampaikan arahan dan pesan kepada pengungsi, Gibran bersiap berpamitan bersama pengasuh pondok pesantren, tokoh masyarakat, dan jajaran pemerintah daerah.

Saat itulah sejumlah warga dari balik kerumunan meminta kesempatan untuk berfoto bersama. Menanggapi permintaan tersebut, Gubernur Ahmad Luthfi secara spontan mengambil ponsel milik warga dan berdiri di depan rombongan untuk mengabadikan momen kebersamaan tersebut.

“Biar rapi, maju sedikit… nah, senyum,” ujar Luthfi sambil mengarahkan posisi sebelum memotret.

Aksi spontan tersebut mencairkan suasana di lokasi pengungsian. Warga pengungsi tampak terkejut sekaligus terhibur melihat orang nomor satu di Jawa Tengah itu turun langsung mengambil foto mereka bersama Wakil Presiden.

Senyum dan tawa terlihat dari warga, pengasuh pondok pesantren, hingga pejabat yang hadir. Wapres Gibran pun melayani permintaan foto bersama warga dengan penuh keakraban.

Dalam kesempatan itu, Gibran menegaskan komitmen pemerintah pusat dan daerah untuk memastikan keselamatan serta pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak bencana.

“Kita pastikan pengungsian aman dan kebutuhan warga tercukupi. Yang paling penting sekarang adalah keselamatan,” ujar Gibran.

Kunjungan ke Pondok Pesantren Al Adalah 2 merupakan bagian dari rangkaian agenda Gibran di Kabupaten Tegal, setelah sebelumnya meninjau langsung lokasi terdampak tanah gerak serta sejumlah posko pengungsian warga. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *