PURBALINGGA, obyekyif.tv – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mempercepat relokasi warga terdampak banjir dan tanah longsor di Kabupaten Purbalingga. Langkah tersebut menjadi fokus utama penanganan tahap kedua pascabencana, setelah fase tanggap darurat dan penyaluran bantuan awal dilakukan.
Hal itu disampaikan Ahmad Luthfi saat meninjau langsung lokasi terdampak banjir dan longsor di Purbalingga, Jumat (30/1/2026). Gubernur meminta Pemerintah Kabupaten Purbalingga segera menetapkan lokasi hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) bagi warga yang rumahnya rusak berat dan berada di zona rawan bencana.
Bencana banjir dan longsor di Purbalingga terjadi pada Kamis (23/1/2026) sekitar pukul 22.00 WIB. Hujan dengan intensitas tinggi memicu luapan air dan longsoran tanah yang merendam empat desa di dua kecamatan, yakni Desa Sangkanayu dan Desa Lambur di Kecamatan Mrebet, serta Desa Kutabawa dan Desa Serang di Kecamatan Karangreja. Desa Serang dilaporkan mengalami dampak terparah.
Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif menyampaikan, dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah diberikan sejak hari pertama bencana. Gubernur Ahmad Luthfi, kata dia, langsung menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Jateng untuk terlibat dalam penanganan darurat bersama TNI, Polri, dan berbagai pemangku kepentingan.
“Dukungan dari Pemerintah Provinsi sudah ada sejak hari pertama. Gubernur terus memantau kondisi di lapangan dan membantu penanganan pengungsi serta perbaikan infrastruktur terdampak,” ujar Fahmi saat mendampingi Gubernur di Desa Serang.
Menurut Fahmi, terdapat tiga kebutuhan mendesak yang menjadi prioritas saat ini, yakni penyediaan huntara dan huntap, perbaikan jembatan yang putus akibat banjir dan longsor, serta pemulihan jaringan air bersih bagi warga.
“Lokasi huntara dan huntap masih kami koordinasikan dengan kepala desa. Saat ini sedang dalam proses pencarian lahan dan penghitungan kebutuhan,” katanya.
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Ahmad Luthfi meninjau Posko Balai Desa Serang dan memimpin rapat koordinasi percepatan penanganan bencana. Ia juga mengunjungi lokasi pengungsian di Villa Serang, berdialog dengan warga, serta menyapa anak-anak pengungsi.
Gubernur kemudian meninjau langsung titik terdampak di Dusun Gunungmalang dan Dusun Kaliurip, sebelum menutup rangkaian kunjungan dengan mengecek dapur umum yang dikelola oleh Brimob.
Pada kesempatan itu, Ahmad Luthfi menyerahkan bantuan secara simbolis dengan total nilai hampir Rp700 juta. Bantuan meliputi kebutuhan permakanan, pakaian, mainan anak-anak, bantuan perumahan, serta kebutuhan dasar lainnya.
“Sejak status tanggap darurat ditetapkan, seluruh dinas sudah berada di lapangan. Bantuan, termasuk alat berat seperti ekskavator, sudah kami turunkan. Hari ini kami memastikan penanganan berjalan terpadu dan kebutuhan masyarakat terpenuhi,” ujar Ahmad Luthfi.
Ia menegaskan, ratusan rumah warga akan direlokasi ke lokasi yang lebih aman. Penyiapan lahan huntara dan huntap dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Purbalingga, sementara pembangunan akan dikerjakan bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan kementerian terkait.
“Relokasi membutuhkan sosialisasi dan pendekatan kepada masyarakat. Penanganan bencana bukan hanya soal bantuan darurat, tetapi memastikan warga bisa hidup lebih aman ke depan,” tegasnya.
Terkait jembatan yang terputus dan menghambat akses antarwilayah, Ahmad Luthfi memastikan telah berkoordinasi dengan TNI dan Polri untuk pemasangan jembatan sementara serta perencanaan pembangunan jembatan permanen.
“Kami prioritaskan jembatan yang menjadi akses utama ekonomi dan menyangkut hajat hidup orang banyak,” pungkasnya. ***










