KABUPATEN SEMARANG, obyektif.tv – Usaha kopi lokal Ider Kopi Ungaran turut menyemarakkan gelaran Mural Competition di Dusun Mapagan, Kabupaten Semarang, Sabtu–Minggu (29–30/11/2025). Kehadiran Ider Kopi bukan sekadar layanan penyedia minuman, tetapi juga menghadirkan kolaborasi seni melalui keterlibatan langsung komunitas mural dalam proses kreatif mereka.
Salah satu armada penjualan Ider Kopi, yakni tuk-tuk, menjadi bukti kolaborasi sekaligus media karya bagi seniman mural di Kabupaten Semarang. Armada berbalut mural ini merupakan bagian dari konsep bisnis artisanal yang diusung brand kopi lokal pelopor layanan coffee-to-go pertama di Ungaran, sekaligus menjadi upaya memperkenalkan seni mural Kabupaten Semarang kepada masyarakat luas.
Marketing Manager Ider Kopi, Gilang Firmansyah, mengungkapkan bahwa kehadirannya di ajang mural ini merupakan bentuk dukungan terhadap ekosistem ekonomi kreatif di kalangan anak muda.
“Alhamdulillah Ider Kopi ikut menyemarakkan acara ini. Mungkin ini pertama kalinya ada lomba mural yang juga melibatkan kami. Salah satunya tuk-tuk di belakang ini, armada penjualan kami yang ikut digambar para muralis. Konsep penjualan kami adalah coffee-to-go, menggunakan gerobak listrik dan tuk-tuk,” jelasnya.

Gilang menambahkan bahwa seni mural menjadi bagian penting dari strategi brand mereka, terutama melalui konten di media sosial yang menjadi kanal pemasaran utama.
“Kami ingin menyebarkan mural khususnya di Ungaran dan umumnya di seluruh Indonesia. Seni ternyata bisa dikomersialkan sekaligus menjadi budaya yang dikembangkan. Semoga dengan adanya kegiatan ekraf ini, anak muda semakin kreatif,” ujarnya.
Berawal dari Komunitas Mengaji, Kini Tumbuh sebagai Unit Bisnis Sosial
Ider Kopi sendiri lahir secara ketidaksengajaan, berawal dari komunitas mengaji anak muda di Ungaran yang memiliki fokus gerakan pendidikan dan dakwah.
“Kami berasal dari komunitas mengaji di Ungaran, yang membawahi yayasan dakwah seperti Pondok Pesantren Al Ihsan di Dusun Keji dan Sekolah Islam Usman Bin Affan. Awalnya kami mencoba satu gerobak listrik, dan ternyata animo masyarakat luar biasa,” tutur Gilang.
Kini, Ider Kopi telah memiliki lima armada sepeda listrik, satu unit tuk-tuk, serta satu kedai permanen bernama Ider Point yang berlokasi di Jalan Garuda, belakang Dispermasdes Ungaran.
“Usaha ini jualan sambil syiar, sambil dakwah. Sebagian omset kami juga dialokasikan untuk mendukung pendidikan agama dan kegiatan dakwah. Konten kami di Instagram dan TikTok juga banyak berisi edukasi,” tambahnya.
Kehadiran Ider Kopi dalam Mural Competition Mapagan sekaligus mempertegas peran pelaku usaha lokal dalam memperkuat kolaborasi seni, ekonomi, dan pemberdayaan komunitas. ***










