Beranda / EKBIZ / EKRAF / Jajal Teknologi Niskala Tech, Samuel Wattimena Soroti Potensi Metaverse untuk Lansia

Jajal Teknologi Niskala Tech, Samuel Wattimena Soroti Potensi Metaverse untuk Lansia

KABUPATEN SEMARANG, obyektif.tv – Anggota Komisi VII DPR RI, Samuel Wattimena, mendorong pemanfaatan teknologi virtual reality (VR) dan metaverse untuk menjangkau segmen lansia, selain generasi muda yang selama ini menjadi target utama pengembangan teknologi digital.

Hal itu disampaikannya saat menjajal langsung teknologi imersif yang dikembangkan Niskala Tech di Hills Joglo Villa, Kabupaten Semarang, Sabtu (20/2/2026).

Menurut Samuel, lansia merupakan kelompok potensial yang kerap terabaikan dalam pengembangan destinasi dan objek wisata berbasis teknologi. Banyak di antara mereka yang sudah tidak memiliki energi atau kapasitas untuk bepergian jauh, padahal secara umum memiliki daya beli yang memadai.

“Dengan teknologi seperti ini, mereka tetap bisa melihat dunia tanpa harus datang langsung. Ini menarik jika dipikirkan secara simultan. Kita boleh fokus pada generasi sekarang karena populasinya besar dan ini dunia yang sangat kekinian, tetapi jangan lupa lansia yang sudah tidak sanggup bepergian tetap ingin melihat dan mengetahui,” ujarnya.

Ia menilai pengalaman virtual dapat menjadi solusi atas keterbatasan mobilitas sekaligus menjawab tantangan efisiensi di era digital. Samuel mencontohkan pemanfaatan teknologi imersif di sejumlah negara maju, termasuk pergelaran fesyen rumah mode Valentino yang telah memanfaatkan produksi berbasis kecerdasan buatan (AI) dan perangkat VR bagi para penontonnya.

“Ke depan, konsep seperti ini bisa saja diterapkan lebih luas. Orang tidak perlu lagi datang, menghadapi kemacetan atau panas, karena pengalaman itu bisa dihadirkan secara virtual dan lebih efisien,” katanya.

Sementara itu, Founder Niskala Tech, Rigar Yudistyo, menjelaskan bahwa pengembangan teknologi metaverse yang dilakukan pihaknya bertujuan menjadi jembatan antara masa lalu dan masa depan, khususnya dalam konteks literasi sejarah dan kebudayaan.

“Melalui dunia metaverse, kami membangun ulang dunia masa lalu agar bisa diakses dan dipelajari secara langsung oleh generasi muda maupun masyarakat umum. Ini bukan dunia spiritual, melainkan ruang digital yang memungkinkan orang masuk dan memahami sejarah secara imersif,” jelasnya.

Rigar menilai tantangan utama saat ini adalah semakin terkikisnya literasi sejarah di kalangan generasi muda. Di Kabupaten Semarang, misalnya, terdapat banyak situs dan peristiwa penting yang berkontribusi bagi perjalanan bangsa, namun belum sepenuhnya dikenal generasi sekarang.

Karena itu, ia menekankan pentingnya digitalisasi sebagai strategi pelestarian kebudayaan, kesenian, dan sejarah.

“Generasi Z dan generasi setelahnya adalah generasi yang kritis dan sangat dekat dengan teknologi. Digitalisasi menjadi langkah penting agar informasi sejarah bisa tersampaikan dengan cara yang relevan,” ujarnya.

Ia menambahkan, teknologi yang dikembangkan juga memungkinkan lansia mengakses informasi dan pengalaman wisata sejarah dari rumah.

“Bagi lansia yang tidak bisa bepergian, mereka tetap bisa mengetahui dan melihat langsung gambaran suatu tempat melalui perangkat yang dimiliki, tanpa harus datang secara fisik,” katanya.

Niskala Tech merupakan perusahaan rintisan teknologi berbasis di Salatiga yang tengah mengembangkan platform metaverse untuk kebutuhan literasi sejarah, kebudayaan, serta penguatan ekosistem ekonomi kreatif berbasis digital. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari eksplorasi pemanfaatan teknologi metaverse untuk mendukung literasi sejarah dan pengembangan ekonomi kreatif di daerah. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *