Beranda / REGIONAL / SEMARANG / Jawa Tengah Jadi Provinsi Pertama Bentuk LFSP, Fasilitasi 5.000 Pesantren

Jawa Tengah Jadi Provinsi Pertama Bentuk LFSP, Fasilitasi 5.000 Pesantren

SEMARANG, obyektif.tv – Jawa Tengah menjadi provinsi pertama di Indonesia yang membentuk Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren (LFSP). Pembentukan lembaga ini sekaligus mengimplementasikan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren serta Peraturan Daerah Jawa Tengah Nomor 10 Tahun 2023.

Pengurus LFSP Jawa Tengah periode 2025–2030 dikukuhkan Gubernur Ahmad Luthfi di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Senin (8/9/2025). Lembaga ini akan memfasilitasi lebih dari 5.000 pesantren dengan hampir 600 ribu santri di seluruh wilayah Jawa Tengah.

Kepala Kanwil Kemenag Jawa Tengah, Saiful Mujab, menyebut langkah ini sebagai terobosan penting. Dengan adanya LFSP, pesantren dapat dipetakan dengan baik serta diarahkan menuju penguatan mutu.

“Jawa Tengah menjadi provinsi pertama yang membentuk LFSP. Ini langkah strategis bagi terwujudnya pesantren hebat,” ujarnya.

Ahmad Luthfi menegaskan, komponen LFSP terdiri dari kiai, ibu nyai, hingga akademisi yang memiliki pengaruh besar di Jawa Tengah. Potensi ini, menurutnya, bukan hanya dalam pendidikan agama, tetapi juga penggerak kehidupan sosial masyarakat.

“Ujungnya adalah terciptanya suasana tertib dan damai di wilayah kita,” kata Luthfi.

Wakil Gubernur Taj Yasin menambahkan, LFSP berperan menghubungkan pesantren dengan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Kesehatan, hingga lembaga lainnya. Salah satu program yang segera dijalankan adalah beasiswa santri, bekerja sama dengan perguruan tinggi dalam maupun luar negeri.

“Fasilitasi ini agar santri dan pesantren bisa berkembang lebih masif. Beasiswa akan dikembangkan dengan kampus-kampus di Yaman, Mesir, Jerman, hingga Australia,” ungkapnya.

Ketua LFSP Jawa Tengah, Hasyim Muhammad, menjelaskan tahap awal lembaga akan fokus pada penataan organisasi dan penyusunan program. Pada Oktober mendatang, pihaknya akan menggelar rapat penganggaran sekaligus menyiapkan mekanisme rekrutmen penerima beasiswa.

“Untuk tahap awal, kerja sama dengan 40 perguruan tinggi dalam negeri bisa segera dilaksanakan,” katanya.

Ia menambahkan, keberadaan LFSP menjadi tonggak penting bagi penguatan peran pesantren.

“Pesantren tidak hanya fokus pada ilmu agama, tetapi juga ilmu umum dan sosial. LFSP akan memastikan sinergi program pemerintah dengan pesantren agar manfaatnya dirasakan masyarakat luas,” pungkasnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *