KUDUS, obyektif.tv – Duka mendalam menyelimuti kepergian Bambang Hartono, sosok pengusaha nasional yang dikenal luas atas kontribusinya di dunia usaha hingga kegiatan sosial. Ratusan pelayat dari berbagai kalangan memadati GOR Djarum Jati, Kudus, Selasa (24/3/2026), untuk memberikan penghormatan terakhir.
Bambang Hartono meninggal dunia pada Kamis (19/3/2026) di Singapura dalam usia 86 tahun. Kepergiannya menjadi kehilangan besar, tidak hanya bagi keluarga dan dunia usaha, tetapi juga bagi masyarakat luas yang merasakan dampak dari kiprah dan dedikasinya.
Semasa hidupnya, Bambang bersama saudaranya, Robert Budi Hartono, membesarkan Grup Djarum menjadi salah satu konglomerasi terbesar di Indonesia. Perusahaan tersebut tidak hanya bergerak di industri rokok, tetapi juga merambah sektor perbankan melalui kepemilikan di Bank Central Asia (BCA), salah satu bank swasta terbesar di Tanah Air.
Di luar dunia bisnis, Bambang Hartono dikenal sebagai filantropis yang konsisten berkontribusi di berbagai bidang. Melalui Djarum Foundation, ia mendukung program pendidikan, pelestarian lingkungan, hingga pengembangan ekonomi berkelanjutan. Salah satu inisiatifnya adalah program penghijauan dan konservasi lingkungan yang dijalankan secara berkelanjutan di berbagai daerah.
Kontribusinya juga sangat terasa di bidang olahraga, khususnya bulu tangkis. Lewat PB Djarum, Bambang Hartono berperan dalam pembinaan atlet muda yang kemudian mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Banyak atlet nasional lahir dari pembinaan klub tersebut, menjadikan PB Djarum sebagai salah satu pilar penting dalam sejarah bulu tangkis Indonesia.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, yang turut melayat, mengenang almarhum sebagai sosok yang tidak hanya sukses dalam bisnis, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap masyarakat.
“Kita kehilangan tokoh nasional yang kontribusinya sangat besar, tidak hanya di sektor usaha, tetapi juga sosial. Ini menjadi duka mendalam bagi kita semua,” ujarnya.
Menurut Ahmad Luthfi, kontribusi Bambang Hartono telah dirasakan sejak lama, bahkan dalam berbagai program kemasyarakatan di daerah, termasuk dukungan terhadap kegiatan sosial dan pengembangan ekonomi lokal.
Jenazah Bambang Hartono sebelumnya disemayamkan di Jakarta sebelum dibawa ke Kudus pada Minggu (22/3/2026) malam. Prosesi persemayaman di GOR Djarum berlangsung selama tiga hari, memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk memberikan penghormatan terakhir.
Rencananya, almarhum akan dimakamkan di Rembang pada Rabu (25/3/2026).
Kepergian Bambang Hartono meninggalkan jejak panjang pengabdian yang melampaui dunia usaha. Dedikasinya dalam membangun bisnis, memajukan olahraga, serta kontribusinya dalam kegiatan sosial menjadikannya salah satu tokoh yang berpengaruh dan dikenang dalam perjalanan pembangunan Indonesia. ***









