SEMARANG, obyektif.tv – Kawasan heritage Lawang Sewu, Kota Semarang, akan menjadi pusat perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026 melalui rangkaian Festival Lawang Sewu yang digelar pada 30 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026. Kegiatan ini menghadirkan kolaborasi antara PT Kereta Api Pariwisata (KAI Wisata) dan Jakarta Clothing (Jakcloth), yang untuk pertama kalinya diselenggarakan di Kota Semarang.
Festival tersebut akan diramaikan dengan bazar clothing lokal, pameran UMKM, serta konser musik yang menghadirkan musisi nasional hingga band-band lokal. Selama enam hari pelaksanaan, masyarakat diajak menikmati pengalaman belanja, kuliner, dan hiburan musik dalam satu kawasan bersejarah.
Corporate Branding and Communication PT KAI Pariwisata, Riesta Junianti, mengatakan pihaknya menargetkan jumlah pengunjung yang cukup besar, terutama pada malam puncak pergantian tahun.
“Untuk malam pergantian tahun baru, kami menargetkan sekitar 15.000 pengunjung. Sementara selama acara berlangsung dari 30 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, target harian berkisar 5.000 hingga 10.000 pengunjung,” ujar Riesta di Lawang Sewu, Selasa (16/12/2025).
Ia menjelaskan, rangkaian konser musik akan digelar setiap hari selama enam hari dengan menghadirkan berbagai band. Riesta berharap, ke depan kegiatan ini dapat berkembang menjadi agenda tahunan dengan beragam hiburan di kawasan Lawang Sewu.
“Kami berharap kolaborasi dengan Jakcloth ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi bisa menjadi event tahunan yang mengajak masyarakat datang ke Lawang Sewu untuk berbelanja, menikmati UMKM, kuliner, dan musik,” tambahnya.
Sementara itu, Manager Historical Building Lawang Sewu dan Museum Ambarawa KAI Wisata, Muhammad Syahrial, mengatakan pemilihan Lawang Sewu sebagai lokasi kegiatan bertujuan guna menghidupkan kembali kawasan heritage melalui aktivitas kreatif.
“Kami ingin Lawang Sewu menjadi ruang bagi kegiatan ekonomi kreatif, dengan melibatkan UMKM dan band-band, terutama dari kalangan generasi muda. Harapannya, anak-anak muda juga semakin tertarik menikmati festival di kawasan heritage,” ujarnya.
Perwakilan Jakcloth, Daniel, menyebut kolaborasi ini merupakan peluang besar karena Lawang Sewu merupakan ikon Kota Semarang.
“Sejak berdiri pada 2009, Jakcloth fokus sebagai pameran clothing lokal dan telah berkeliling ke berbagai kota. Kesempatan berkolaborasi dengan Lawang Sewu ini kami sambut dengan antusias, karena Lawang Sewu adalah ikon heritage Semarang,” kata Daniel.
Menurutnya, budaya clothing tidak dapat dipisahkan dari musik. Oleh karena itu, festival ini dirancang lebih meriah dengan menghadirkan konser musik dari musisi papan atas hingga band komunitas lokal.
“Band yang akan tampil di antaranya Barasuara, Padi Reborn, band asal Amerika Hall of the Elders, serta Bakucakar dengan vokalis Rian Ekky Pradipta atau Rian D’Masiv. Selain itu, kami juga melibatkan banyak band lokal Semarang, dan masih banyak lagi,” jelasnya.
Terkait tiket, Daniel menyebut harga tiket reguler dibanderol Rp 50.000, yang dapat digunakan untuk menikmati bazar dan pertunjukan band-band lokal di area luar. Sementara untuk special show konser musik, harga tiket bervariasi mulai dari Rp 150.000 hingga Rp 500.000, menyesuaikan dengan artis dan kapasitas area panggung utama yang lebih eksklusif.
“Tiket bisa dibeli secara online melalui Loket.com. Kami juga menyiapkan dua panggung, yakni panggung utama di dalam kawasan dan panggung komunitas di area depan,” ujarnya.
Dalam festival ini, sekitar 30–40 brand clothing lokal akan berpartisipasi, dengan harga produk fashion berkisar antara Rp 75.000 hingga Rp 300.000 untuk berbagai kategori seperti kaus, celana, dan jaket.
Festival Lawang Sewu diharapkan tidak hanya menjadi agenda hiburan akhir tahun, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif serta memperkuat fungsi Lawang Sewu sebagai ruang publik dan destinasi wisata budaya di Kota Semarang. ***










