SEMARANG, obyektif.tv – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mengusulkan ulama besar KH Sholeh Darat sebagai Pahlawan Nasional sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan kontribusinya bagi perkembangan keilmuan Islam di Indonesia.
Usulan tersebut disampaikan bertepatan dengan peringatan Haul ke-126 KH Sholeh Darat yang digelar di Masjid Kyai Haji Sholeh Darat, Semarang Utara, Sabtu (28/3/2026) malam. Momentum haul dimanfaatkan Pemkot untuk kembali mengingat dan meneladani perjuangan sang ulama.
Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin, mengatakan bahwa proses pengusulan telah berjalan dan saat ini sudah diajukan ke Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk diteruskan ke pemerintah pusat.
“Pemerintah Kota Semarang telah membentuk kepanitiaan, dan surat pengusulan beliau sebagai Pahlawan Nasional sudah kami sampaikan ke pemerintah provinsi untuk diteruskan ke pusat,” ujarnya.
Ia menegaskan, peringatan haul bukan sekadar mengenang sosok KH Sholeh Darat, melainkan juga momentum untuk meneladani nilai perjuangan, keilmuan, dan keteladanan yang diwariskan.
“Beliau dikenal sebagai guru dari para guru. Jejak keilmuannya tidak hanya di Kota Semarang, tetapi juga di tingkat nasional. Apa yang kita rasakan hari ini tidak lepas dari ilmu dan perjuangan beliau,” kata Iswar.
Menurutnya, nilai-nilai yang diajarkan KH Sholeh Darat turut membentuk karakter masyarakat Kota Semarang yang dikenal rukun dan kondusif di tengah berbagai dinamika.
“Kerukunan di Kota Semarang yang kita rasakan hari ini tidak terlepas dari peran tokoh-tokoh besar seperti beliau yang menanamkan nilai kebaikan dan persatuan,” tambahnya.
Haul ke-126 ini dihadiri para ulama, tokoh masyarakat, Forkopimcam Semarang Utara, serta jamaah dari berbagai daerah. Hadir pula Pengasuh Pondok Pesantren Al-Iman Bulus Purworejo, KH Hasan bin Agil Ba’abud, bersama para habaib, kyai, dan sesepuh.
Pemkot Semarang berharap usulan tersebut dapat segera mendapat persetujuan dari pemerintah pusat sehingga KH Sholeh Darat resmi ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional.
“Ini adalah bentuk penghormatan atas jasa besar beliau. Namun yang lebih penting, nilai perjuangannya harus terus kita lanjutkan dalam kehidupan sehari-hari,” tegas Iswar.
Melalui momentum haul ini, Pemkot Semarang juga mengajak masyarakat untuk memperkuat keimanan, menjaga persatuan, serta bersama-sama membangun Kota Semarang yang lebih baik. ***










