Beranda / REGIONAL / SEMARANG / Kolaborasi TNI, Polri, dan Pemkot Jadi Fondasi Stabilitas Kota Semaran

Kolaborasi TNI, Polri, dan Pemkot Jadi Fondasi Stabilitas Kota Semaran

SEMARANG, obyektif.tv – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang bersama TNI dan Polri menegaskan komitmen kolaborasi lintas sektor sebagai fondasi utama menjaga stabilitas dan kondusivitas wilayah. Komitmen tersebut mengemuka dalam kegiatan Tarawih Keliling (Tarling) ke-4 Ramadan 1447 H yang digelar di Aula Sudirman Kodim 0733/Kota Semarang, Jalan Pemuda, Senin (2/3/2026) malam.

Kegiatan yang dihadiri Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, Wakil Wali Kota, jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala OPD, BUMD, TP3KS, serta camat tersebut menjadi ruang penguatan soliditas antara pemerintah daerah, TNI, dan Polri.

Dalam sambutannya, Agustina menegaskan bahwa stabilitas Kota Semarang tidak terlepas dari pembagian peran yang jelas dan kolaboratif. TNI dan Polri menjaga keamanan serta ketertiban wilayah, sementara Pemkot memastikan pelayanan publik dan pembangunan berjalan optimal.

“Ketenangan yang dirasakan warga hari ini adalah hasil kerja bersama. Rekan-rekan TNI dan Polri menjaga stabilitas wilayah, sementara kami di Pemerintah Kota mengelola layanan dan pembangunan. Sinergi inilah yang membuat Kota Semarang tetap kondusif,” ujarnya.

Menurutnya, Tarawih Keliling bukan sekadar agenda keagamaan, tetapi juga menjadi cooling system sosial yang mempererat komunikasi dan koordinasi lintas institusi. Di tengah dinamika global yang penuh tantangan, soliditas internal daerah menjadi kunci menjaga ketenteraman masyarakat.

Kolaborasi tersebut juga tercermin dalam gerakan kebersihan lingkungan. Jajaran Kodim 0733 disebut aktif menginisiasi pembersihan sungai dan lingkungan di wilayah Semarang Tengah, bahkan sebelum adanya arahan nasional terkait kerja bakti massal.

Di sisi lain, Pemkot Semarang terus memperkuat fondasi stabilitas melalui peningkatan layanan dasar. Pada sektor kesehatan, cakupan Universal Health Coverage (UHC) meningkat dari 98.261 warga pada 2024 menjadi 228.859 warga pada 2025. Warga ber-KTP Kota Semarang dapat mengakses layanan kesehatan melalui koordinasi dengan lurah dan camat tanpa terbebani biaya.

Di bidang pendidikan, program sekolah swasta gratis pada 2026 menjangkau 133 sekolah, meningkat dari 129 sekolah pada tahun sebelumnya. Pemkot juga melakukan perbaikan 336 ruang kelas sekolah dasar guna mendukung kualitas pembelajaran.

Sementara itu, sektor ekonomi di kawasan Semarang Tengah menunjukkan tren positif dengan realisasi pajak kuliner dan hiburan mencapai 106,38 persen dari target. Penerimaan tersebut dikembalikan untuk mendukung pelayanan publik, termasuk peningkatan kesejahteraan modin dan marbot masjid.

Dalam aspek ketahanan lingkungan, pembangunan rumah pompa di Jalan Petudungan menjadi salah satu prioritas untuk mengurangi genangan, sebagai bagian dari pemeliharaan 56 saluran kota dan sungai.

Komandan Kodim 0733/Kota Semarang Kolonel Inf. Priyo Handoyo menegaskan kesiapan TNI untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas wilayah dan mendukung pembangunan.

Melalui kolaborasi yang terbangun antara TNI, Polri, dan Pemkot, stabilitas Kota Semarang ditegaskan sebagai fondasi utama agar pelayanan publik, pembangunan, dan kehidupan sosial masyarakat dapat berjalan beriringan secara berkelanjutan. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *