Beranda / REGIONAL / SEMARANG / Mahasiswa KKN UPGRIS Fokus Mitigasi Longsor dan Digitalisasi UMKM di Kabupaten Semarang

Mahasiswa KKN UPGRIS Fokus Mitigasi Longsor dan Digitalisasi UMKM di Kabupaten Semarang

KABUPATEN SEMARANG, onyektif.tv – Potensi terjadinya bencana tanah longsor pada musim hujan tahun ini menjadi perhatian utama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang (UPGRIS) semester genap 2026 yang diterjunkan di Kabupaten Semarang.

Hal tersebut disampaikan Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UPGRIS, Prof Wiyaka, usai acara penerimaan 357 mahasiswa KKN semester genap di halaman Kantor Bupati Semarang, Rabu (14/1/2025) pagi.

Prof Wiyaka menjelaskan, pihaknya telah melakukan pemetaan potensi kebencanaan di 21 desa yang tersebar di Kecamatan Ungaran Timur dan Ungaran Barat. Dari hasil pemetaan tersebut, wilayah Ungaran Timur yang memiliki kondisi geografis perbukitan dinilai memiliki tingkat kerawanan longsor yang cukup tinggi.

“Kondisi alam di Ungaran Timur memang rawan longsor. Namun, mahasiswa KKN telah dibekali materi mitigasi bencana, sehingga memiliki kecakapan untuk melakukan langkah awal penanganan jika terjadi bencana,” ujarnya.

Selain kesiapsiagaan internal, mahasiswa KKN juga akan berperan aktif dalam memberikan edukasi mitigasi bencana kepada masyarakat desa agar memiliki kewaspadaan dan kemampuan tanggap darurat saat terjadi bencana alam.

Tidak hanya fokus pada isu kebencanaan, lanjut Prof Wiyaka, mahasiswa KKN UPGRIS juga melanjutkan program digitalisasi pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Program tersebut merupakan kelanjutan dari kegiatan KKN tahun sebelumnya, yang pada tahun ini akan dievaluasi serta dikembangkan ke tahap lanjutan.

“Digitalisasi UMKM menjadi program berkelanjutan agar pelaku usaha desa mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan memperluas pasar,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Semarang, Nur Arifah, menegaskan bahwa pelaksanaan KKN merupakan momentum penting bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi diri sekaligus berkontribusi nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, interaksi langsung dengan warga desa akan memperkaya pengalaman, wawasan, serta kepekaan sosial mahasiswa. Selain itu, keberadaan mahasiswa di desa diharapkan mampu membantu mengidentifikasi berbagai permasalahan dan potensi lokal.

“Masukan dari mahasiswa KKN sangat penting dan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam mendukung pembangunan daerah ke depan,” pungkas Nur Arifah. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *