Beranda / EKBIZ / EKRAF / Mini Muralfest Petemesan Dorong Aktivasi Kampung Wisata

Mini Muralfest Petemesan Dorong Aktivasi Kampung Wisata

SEMARANG, obyektif.tv – Mini Muralfest Petemesan yang digelar di Kampung Petemesan, Pekojan, Kelurahan Purwodinatan, Sabtu (11/4/2026), mendorong aktivasi kampung sebagai destinasi wisata kreatif berbasis kolaborasi antara seniman, komunitas, akademisi, dan pemangku kebijakan.

Anggota Komisi VII DPR RI, Samuel Wattimena, menegaskan bahwa kegiatan mural tidak hanya berfungsi memperindah lingkungan, tetapi juga harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Ia menyebut keterlibatannya dalam kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menguatkan ekosistem ekonomi kreatif di tingkat kampung.

“Saya terlibat sejak awal dalam pengadaan kegiatan ini. Yang terpenting adalah para artisan mural ini terinformasikan keberadaannya kepada masyarakat luas, sekaligus karya mereka bisa berdampak langsung,” ujarnya.

Menurutnya, aktivasi kampung melalui mural menjadi pintu masuk untuk mempertemukan masyarakat dengan pemangku kebijakan. Untuk itu, ia turut mengajak anggota DPRD kota dan provinsi hadir guna melihat langsung kondisi di lapangan.

“Kita ingin para pemangku kebijakan tidak hanya melihat hasil muralnya, tetapi juga memahami problematik dan kebutuhan kampung ini. Dari situ bisa lahir tindak lanjut kebijakan,” katanya.

Samuel juga menekankan pentingnya narasi dalam pengembangan kampung wisata kreatif. Ia mengapresiasi langkah komunitas yang tidak hanya menghadirkan karya visual, tetapi juga melengkapinya dengan penjelasan melalui booklet.

“Kalau hanya dilihat sekilas, orang mungkin hanya melihat gambar. Tapi belum tentu memahami makna di baliknya. Dengan adanya booklet, masyarakat bisa lebih paham cerita yang ingin disampaikan,” jelasnya.

Ia berharap model aktivasi kampung seperti di Petemesan dapat direplikasi di berbagai daerah di Jawa Tengah, sehingga kampung tidak hanya menjadi ruang tinggal, tetapi juga berkembang sebagai ruang interaksi, edukasi, dan atraksi wisata.

“Ini bukan sekadar memperindah kampung, tetapi bagaimana kampung bisa menjadi ruang komunikasi dan tempat bertemunya gagasan serta solusi,” tegasnya.

Mini Muralfest Petemesan hadir sebagai ruang ekspresi yang menghidupkan kembali potensi kampung lewat sentuhan seni.

Senada dengan itu, Anggota Komisi D DPRD Kota Semarang, Michael, menilai mural di Kampung Petemesan memiliki potensi besar sebagai daya tarik wisata baru, khususnya bagi kalangan anak muda.

“Beberapa karya di sini sangat menarik dan instagramable. Ini bisa menjadi daya tarik wisata sekaligus ruang ekspresi bagi seniman mural,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengembangan kampung wisata kreatif juga dapat mendorong tumbuhnya ekonomi lokal, mulai dari usaha kuliner hingga produk turunan seperti merchandise berbasis karya mural.

“Ini bisa menjadi identitas kampung dan dikembangkan menjadi produk seperti kaos atau suvenir,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Komite Ekonomi Kreatif Kabupaten Semarang, Dimas Herdy Utomo, menilai aktivasi Kampung Petemesan menunjukkan bahwa pengembangan destinasi tidak selalu bergantung pada pembangunan fisik, tetapi dapat tumbuh dari kreativitas dan partisipasi warga.

“Ini menunjukkan bahwa destinasi bisa lahir dari kepedulian dan kreativitas warga. Mural menjadi salah satu pintu masuk, tetapi potensi pengembangannya masih sangat luas,” ujarnya.

Ia juga mendorong agar karya-karya yang dihasilkan dapat dikembangkan lebih lanjut, termasuk didaftarkan sebagai kekayaan intelektual, sehingga memberi nilai tambah bagi pelaku kreatif.

Kegiatan ini juga dirangkai dengan mini tour menyusuri kampung yang telah dihiasi mural. Tur dipandu oleh perwakilan Hysteria ArtLab bersama Ketua RT Kampung Petemesan dan Ketua Ikatan Remaja Kampung Petemesan, Rangga, yang mengajak pengunjung memahami cerita di balik setiap karya.

Melalui Mini Muralfest ini, Kampung Petemesan tidak hanya memperkuat identitas visual, tetapi juga menunjukkan bagaimana kampung kota dapat diaktivasi menjadi ruang wisata kreatif yang hidup, partisipatif, dan berkelanjutan. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *