KABUPATEN SEMARANG, obyektif.tv – Natal tidak semata dimaknai sebagai seremoni keagamaan, tetapi juga momentum strategis untuk menggerakkan umat Kristiani agar lebih aktif dalam pengembangan desa wisata, ekonomi kreatif, dan UMKM yang berkelanjutan. Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi VII DPR RI, Samuel Wattimena, saat menghadiri perayaan Natal di Damaris Hall Pelayanan Desa Terpadu (Pesat), Lopait, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Kamis (18/12/2025).
Samuel menilai Kabupaten Semarang, khususnya Kecamatan Tuntang, memiliki potensi pariwisata yang sangat besar. Namun potensi tersebut harus diiringi dengan pengelolaan yang matang serta edukasi manajemen UMKM agar tidak terjebak pada pola keuntungan sesaat.
“Desa wisata seharusnya menjadi lokomotif penggerak ekonomi kreatif dan UMKM. Karena itu, saya memanfaatkan momentum Natal ini untuk mengajak umat Kristiani lebih aktif memanfaatkan kapasitas dan potensi daerah tempat mereka tinggal,” ujar Samuel.
Ia menyoroti masih minimnya keterlibatan umat Kristiani dalam sektor ekonomi kreatif dan UMKM dibandingkan kelompok masyarakat lainnya. Untuk itu, Samuel mendorong peran aktif para pendeta dalam menggerakkan jemaat, tidak hanya dalam aspek spiritual, tetapi juga dalam kegiatan ekonomi sehari-hari.
“Iman tanpa perbuatan adalah sia-sia. Para pendeta memiliki posisi strategis sebagai pemimpin jemaat, bukan hanya dalam hal religius, tetapi juga dalam membangun kemandirian ekonomi umat,” tegasnya.
Samuel juga menekankan pentingnya membangun kesadaran pelaku UMKM untuk mengedepankan keberlanjutan usaha, terutama pada momentum hari besar keagamaan seperti Natal dan Tahun Baru. Ia menilai praktik menaikkan harga secara berlebihan justru berpotensi merugikan pelaku usaha dalam jangka panjang.
“Yang dibutuhkan adalah sustainability, bukan keuntungan sesaat. Ini soal proses edukasi dan sosialisasi manajemen agar pelaku UMKM memahami pentingnya menjaga kualitas dan kepercayaan konsumen,” jelasnya.
Selain UMKM, Samuel menegaskan bahwa pengelolaan desa wisata juga harus menyentuh aspek mendasar, mulai dari kebersihan, keunikan destinasi, hingga penguatan rantai nilai agar potensi yang ada benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Sementara itu, Camat Tuntang Dhani Ardianto menyampaikan apresiasi atas kepedulian pemerintah pusat melalui kehadiran Samuel Wattimena. Ia berharap aspirasi yang disampaikan dapat berlanjut dalam bentuk dukungan nyata bagi pengembangan pariwisata dan UMKM di wilayahnya.
“Kami memiliki potensi besar, terutama pariwisata di sekitar Rawa Pening, wisata jeep di Kali Udu, serta UMKM dan kuliner lokal. Kami berharap ada stimulan, bantuan, dan aspirasi khusus untuk pengembangan sektor-sektor tersebut,” ujarnya.
Dhani menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana memperkuat toleransi, harmoni, dan kebersamaan lintas umat beragama di Kecamatan Tuntang.
Rangkaian perayaan Natal diawali dengan doa bersama sebagai ungkapan syukur dan refleksi spiritual, dilanjutkan penyalaan tujuh lilin secara simbolis oleh tokoh dan pejabat yang hadir. Penyalaan lilin melambangkan harapan, persatuan, serta komitmen bersama dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis.
Puncak acara diisi dengan khotbah oleh Pendeta Suyitno, yang memaknai Natal sebagai peristiwa besar pembawa sukacita bagi seluruh umat manusia atas kelahiran Yesus Kristus, yang menjadi sumber pengharapan dan kasih bagi dunia. ***










