YOGYAKARTA, obyektif.tv – Mahasiswa Program Studi Informatika Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY) baru-baru ini berhasil menciptakan inovasi teknologi bernama NiloIntellis, sebuah sistem monitoring kolam ikan nila berbasis Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligence (AI). Inovasi ini tengah dikembangkan melalui Program Kreativitas Mahasiswa – Karsa Cipta (PKM-KC) 2025 Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Tim pengembang terdiri dari Risang Haryo Pamungkas Bimani Sakti, Hafizh Habiibi Lubis, Muhammad Irfan Baihaqi, Aji Kharisma Atmaja, dan Andhika Prasetya, dengan bimbingan dosen Program Studi Teknik Komputer UTY. Mereka menggabungkan keahlian di bidang pemrograman, desain sistem, hingga kecerdasan buatan dalam proyek ini.

Lahir dari keprihatinan atas tingginya angka kematian ikan nila akibat perubahan kualitas air, NiloIntellis dirancang untuk membantu pembudidaya memantau kondisi kolam secara real-time. Selama ini, metode monitoring manual dinilai kurang efektif, karena petani kerap kesulitan memantau pH, suhu, dan kekeruhan air secara berkelanjutan.
“Sering kali ikan mengalami stres bahkan mati mendadak karena kualitas air berubah, dan hal ini merugikan petani. Dari situ kami ingin menghadirkan solusi berbasis teknologi,” ujar salah satu anggota tim.
NiloIntellis memanfaatkan sensor IoT untuk mengukur parameter air, kemudian data dikirim ke server untuk dianalisis oleh model AI. Sistem ini mengintegrasikan beberapa teknologi, di antaranya:
- YOLOv8 untuk mendeteksi ikan mati melalui kamera,
- DeepSORT untuk melacak pergerakan ikan dan mendeteksi tanda stres,
- LSTM untuk memprediksi risiko penyakit berdasarkan pola data waktu.
Selain analisis data, NiloIntellis dilengkapi fitur notifikasi otomatis melalui Telegram, sehingga pembudidaya bisa segera mengambil tindakan jika terdeteksi gejala berbahaya.

Proyek yang dijalankan sejak Juli hingga Oktober 2025 ini melalui berbagai tahapan, mulai dari studi literatur, perancangan perangkat keras, pembangunan model AI, hingga uji coba di kolam nyata. Hasil uji coba awal menunjukkan sistem ini mampu memberikan peringatan dini secara efektif serta membantu mengurangi potensi kerugian.
Tim berharap NiloIntellis dapat menjadi bagian dari perkembangan smart aquaculture di Indonesia. Ke depan, teknologi ini ditargetkan bisa diadopsi lebih luas oleh pembudidaya ikan nila di berbagai daerah.
“Dengan NiloIntellis, kami ingin sektor perikanan bisa bergerak menuju masa depan yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan,” pungkas tim pengembang. ***










