SRAGEN, obyektif.tv – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen melalui Dinas Kesehatan menggelar kampanye penuntasan Tuberkulosis (TBC) pada kegiatan Car Free Day di Alun-alun Sasono Langen Putro, Minggu (9/11). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 dan menunjukkan komitmen daerah dalam mewujudkan masyarakat Sragen yang sehat dan bebas TBC.
Acara diawali dengan senam sehat bertema “TOSS TBC: Temukan, Obati, Sampai Sembuh Tuberkulosis” yang diikuti ratusan peserta dengan antusias.
Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, menegaskan bahwa penuntasan TBC menjadi salah satu agenda prioritas nasional. Menurut data Kementerian Kesehatan, Indonesia menempati posisi kedua dunia dengan jumlah kasus TBC tertinggi, setelah India.
“Di Kabupaten Sragen, terdapat 1.531 penderita TBC yang terdeteksi. Satu penderita bisa menularkan penyakit ini ke sekitar 10 orang di sekitarnya. Oleh karena itu, penanganan TBC harus dilakukan serius dan melibatkan semua pihak,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat pentingnya memeriksakan diri bila mengalami batuk lebih dari dua minggu, penurunan nafsu makan, atau berat badan menurun.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sragen, Udayanti Proborini, menjelaskan bahwa kampanye penuntasan TBC tidak hanya digelar di Sragen, tetapi juga dilakukan serentak di delapan provinsi prioritas penanggulangan TBC di Indonesia.
“Jika ditemukan satu kasus TBC, perlu dilakukan pemeriksaan terhadap sedikitnya 20 orang di sekitar pasien. Hal ini penting untuk mencegah penularan lebih luas. Program ini merupakan prioritas nasional dari Bapak Presiden dan bagian dari inisiatif Hasil Terbaik Cepat,” jelasnya.
Udayanti juga mengimbau masyarakat untuk tidak takut jika terdiagnosis TBC, karena penyakit ini dapat disembuhkan sepenuhnya bila ditangani dengan benar. Obat TBC tersedia gratis di seluruh Puskesmas dan fasilitas kesehatan pemerintah.
Kampanye ini juga menyoroti kisah nyata para penyintas TBC sebagai bukti bahwa penyakit ini bisa sembuh jika pengobatan dijalani tuntas. Salah satunya adalah Bambang, warga Sragen Manggis, Sragen Wetan, yang berhasil sembuh dari TBC Sensitif Obat (SO).
“Awalnya saya batuk selama tiga bulan. Setelah periksa dan menjalani pengobatan gratis selama enam bulan di Puskesmas Sragen Kota, Alhamdulillah sekarang saya sehat. Keluarga saya juga negatif setelah mendapat obat pencegahan,” ungkap Bambang.
Selain TBC Sensitif Obat, terdapat pula TBC Resisten Obat (RO) yang memerlukan waktu pengobatan lebih lama dan kedisiplinan tinggi. Agung, warga Kuwungsari, Sragen Kulon, menceritakan perjuangannya melawan TBC RO.
“Saya sempat turun dari 97 kg menjadi 49 kg. Pengobatan saya mencapai 21 butir obat per hari selama hampir dua tahun, ditambah suntik harian. Tapi saya tetap patuh, dan Alhamdulillah sekarang berat badan saya sudah kembali menjadi 86 kg. Pesan saya, jangan menunda pemeriksaan jika batuk lama, karena obatnya tersedia gratis di Puskesmas,” katanya.
Melalui kampanye ini, Pemkab Sragen menegaskan komitmen untuk memperkuat edukasi kesehatan, deteksi dini, investigasi kontak, serta memastikan pengobatan TBC berjalan tuntas, demi mewujudkan Sragen bebas TBC. ***










