SEMARANG, obyektif – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menegaskan komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang untuk mendorong produk kerajinan (craft) lokal agar mampu naik kelas dan bersaing di pasar internasional. Komitmen tersebut disampaikan dalam acara Coffee Morning Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Semarang bertajuk “Strategi Penguasaan Etsy dan Amazon Store untuk Produk Craft Lokal” yang digelar di Hotel Santika Premiere, Kamis (29/1/2026).
Agustina menyampaikan bahwa Pemkot Semarang terus berupaya membuka akses dan memperkuat kapasitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar siap menembus pasar global.
“Hari ini kita sudah mengumumkan kepada publik bahwa kita akan bekerja keras lagi untuk dapat membawa pengrajin, UMKM, dan pengusaha Kota Semarang ke pasar ekspor,” ujar Agustina.
Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber berkompeten, di antaranya Ari Satria selaku Direktur Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif Kementerian Perdagangan RI serta Anna Melissa Nava, CEO 1Export Manila. Dalam forum itu dibahas strategi pemanfaatan platform digital global sebagai pintu masuk produk craft lokal ke pasar dunia.
Agustina menekankan pentingnya pemahaman karakteristik masing-masing platform digital. Menurutnya, Etsy lebih cocok untuk produk yang mengedepankan keunikan, nilai artistik, dan sentuhan personal atau handmade. Sementara Amazon Store menuntut kesiapan dari sisi manajemen, logistik, hingga kapasitas produksi dalam skala lebih besar.
“Setidaknya, meski belum bisa langsung ekspor, kita bisa menghasilkan produk dengan kualitas ekspor. Tingkatkan kualitas dulu, belajar dulu,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Agustina menyampaikan bahwa pembangunan ekonomi Kota Semarang saat ini diarahkan pada pertumbuhan yang inklusif dan berbasis potensi lokal. Produk kerajinan dinilai tidak sekadar komoditas ekonomi, tetapi juga representasi identitas budaya dan keterampilan masyarakat.
“Produk craft adalah pertemuan antara budaya, identitas kota, dan keterampilan warga. Di situlah nilai tambah yang harus kita jaga,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi peran Dekranasda Kota Semarang yang dinilai konsisten mendampingi pengrajin dan pelaku UMKM.
“Terima kasih atas perhatian Dekranasda. Dekranasda ini berisi para pengusaha yang memiliki komitmen untuk meningkatkan derajat ekonomi dan kehidupan para pengrajin UMKM,” kata Agustina.
Kegiatan Coffee Morning ini diikuti sekitar 100 peserta yang terdiri atas jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD), pengurus Dekranasda, perwakilan UMKM, asosiasi usaha, serta unsur perbankan seperti Bank Indonesia dan BUMD.
Melalui langkah strategis tersebut, Pemkot Semarang optimistis produk kreatif lokal mampu menembus pasar global dengan tetap mengedepankan identitas, kualitas, dan tanggung jawab terhadap lingkungan.
“Semoga kegiatan ini dapat melahirkan sinergi konkret antara pemerintah, perbankan, dan pelaku UMKM untuk memperkuat daya saing produk kita,” pungkasnya. ***










