SEMARANG, obyektif.tv – Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mengajak masyarakat memperkuat kepedulian terhadap pengelolaan sampah dalam momentum Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional. Hal itu disampaikannya saat kegiatan bersih-bersih di TPS Pudak Payung, Kota Semarang, Sabtu (21/2/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Semarang memilih lokasi yang dinilai sulit ditangani secara mandiri oleh warga. Pembersihan dilakukan melalui kolaborasi lintas elemen masyarakat hingga area tersebut dinyatakan bersih.
“Kita memilih lokasi yang memang tidak mudah jika dikerjakan sendiri oleh warga. Dengan kolaborasi berbagai elemen, alhamdulillah hari ini sudah selesai dan bersih,” ujar Agustina.
Selain aksi bersih-bersih, Pemkot juga membagikan kantong pilah sampah kepada warga sebagai stimulus untuk membangun kebiasaan memilah sampah dari rumah. Langkah ini diharapkan mampu mendorong semangat gerakan “Semarang Wegah Nyampah” agar semakin masif di tengah masyarakat.
Agustina menegaskan, upaya tersebut juga menjadi bagian dari penguatan Satgas Berlian (Bersih Lingkungan dan Sungai) yang dibentuk untuk mengantisipasi persoalan sampah, khususnya di aliran sungai.
Menurutnya, Satgas Berlian digerakkan berbasis komunitas warga yang tinggal di sekitar sungai. Tugas utamanya adalah memastikan tidak ada lagi kebiasaan membuang sampah ke sungai serta menggalakkan gotong royong apabila ditemukan sampah di aliran sungai.
“Yang pertama, jangan membuang sampah di sungai. Yang kedua, jika ada sampah di sungai, mari kita gotong royong membersihkannya. Saya kira itu yang akan menjadi kunci keberhasilan Kota Semarang yang bersih,” tegasnya.
Pemerintah Kota Semarang berharap gerakan kolaboratif tersebut dapat memperkuat budaya bersih di tengah masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan. ***










