UNGARAN, obyektif.tv – Peran Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Semarang semakin strategis dalam mendukung pengembangan desa wisata dan ekonomi kreatif (ekraf). Hal itu ditegaskan dalam kegiatan Sosialisasi Pengembangan Ekonomi Kreatif yang digelar Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang di Gedung Wanita, kompleks rumah dinas bupati, Senin (15/9/2025).
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang, Wiwin Sulistyowati, menyampaikan bahwa dari 85 desa wisata yang ada, PKK berperan penting dalam mendorong desa menjadi lebih maju dan mandiri.
“Sapta pesona pariwisata butuh keterlibatan PKK, mulai dari aspek kebersihan hingga daya tarik. PKK bisa disebut kader ekonomi kreatif karena mereka tidak hanya berperan sebagai pelaku, tapi juga penyuluh di wilayahnya,” ujarnya.
Menurutnya, tantangan utama dalam pengembangan desa wisata adalah penyamaan persepsi, peningkatan kualitas SDM, serta keberlanjutan usaha.
“Banyak pelaku usaha merasa cukup dengan produksi yang laku, tanpa berpikir untuk berkolaborasi dengan desa wisata. Padahal, keberlanjutan dan digital marketing adalah kunci agar ekonomi kreatif tidak berhenti di tengah jalan,” jelasnya.

Ketua TP PKK Kabupaten Semarang, Peni Yulianingsih, menegaskan pihaknya telah lama mendorong ekonomi kreatif melalui program Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K).
“Alhamdulillah, dari tingkat kabupaten, kecamatan, desa hingga kelurahan, UP2K berkembang luar biasa. UMKM kita sudah maju, ditambah berbagai pelatihan Dekranasda seperti membatik, kerajinan batok kelapa, eceng gondok, hingga anyaman besek,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Ekonomi Kreatif Kabupaten Semarang, Dimas Herdy Utomo, menekankan pentingnya PKK sebagai motor penggerak kreativitas di tingkat keluarga hingga masyarakat.
“Ekonomi kreatif adalah bagian dari kehidupan sehari-hari. Dari 17 subsektor ekraf, kriya, kuliner, dan fesyen memang paling dekat dengan ibu-ibu PKK, tapi ke depan perlu integrasi dengan subsektor lain seperti media, aplikasi, dan digital,” katanya.
Dimas berharap kegiatan sosialisasi tidak berhenti pada diskusi, tetapi berlanjut pada orkestrasi program dan pemetaan ekosistem ekraf di Kabupaten Semarang. “Ini bisa terintegrasi dengan program unggulan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, yakni kecamatan berdaya. Dengan kolaborasi lintas dinas, PKK mampu menjadi penggerak ekonomi kreatif yang berdaya saing,” tegasnya.

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara PKK, pemerintah daerah, dan pelaku ekonomi kreatif. Harapannya, sinergi tersebut mampu melahirkan desa wisata yang mandiri, ekosistem ekraf yang berkelanjutan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Semarang. ***










