KABUPATEN SEMARANG, obyektif.tv – Upaya memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di daerah kembali dilakukan melalui kegiatan Sosialisasi Akselerasi Kreatif Sub Sektor Musik yang digelar di Aula SD Negeri Duren 01, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Rabu (19/11/2025). Kegiatan yang diselenggarakan oleh Direktorat Musik, Deputi Bidang Kreativitas Media Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf/Baparekraf) ini menyasar masyarakat dan anak muda sebagai motor utama kreativitas. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang yang diwakili oleh Kepala Bidang Destinasi Wisata, Windarsih.
Anggota Komisi VII DPR RI, Muhammad Hatta, menegaskan pentingnya dukungan negara terhadap ekosistem kreatif. Menurutnya, kreativitas anak muda kini menjadi peluang besar bagi penguatan ekonomi nasional.
“Anak muda ini harus terus digali kreativitasnya dan dimaksimalkan, karena bisa menjadi potensi devisa luar biasa bagi negara kita. Di era medsos seperti sekarang, sesuatu yang sederhana bisa viral. Contohnya lagu Tabola Bale yang diciptakan anak-anak muda, itu luar biasa,” ujarnya.
Hatta menilai pemerintah harus ikut terlibat dan mendorong dengan memberikan dukungan anggaran yang memadai, sebagaimana negara-negara lain yang sukses membangun industri kreatifnya.
“Negara-negara maju seperti Korea Selatan dan Thailand mensupport penuh kreatornya. Pemerintah harus menambah belanja negara di sektor kreatif. Membuat produk kreatif membutuhkan inovasi, butuh diajari, butuh diarahkan, dan itu perlu dana besar,” katanya.
Sementara itu, Direktur TV dan Radio Kemenekraf/Baparekraf, Pupung Thariq Fadillah, menekankan bahwa musik memiliki kekuatan besar sebagai bahasa universal dan medium monetisasi.
“Musik itu bisa menyatukan perbedaan. Selain itu, karya musik memiliki daya jual tinggi dan bisa di-monetize, baik melalui HAKI maupun platform digital seperti YouTube. Lagu juga bisa mengangkat nama daerah, seperti Tabola Bale yang membuat orang mencari asal-usulnya dan berpotensi menarik wisatawan,” jelas Pupung.
Ia juga mengapresiasi sinergi dengan Komisi VII DPR RI dan berharap Kabupaten Semarang dapat melahirkan karya-karya kreatif yang dikenal lebih luas.
Dari sisi lain, Wakil Divisi SDM Komite Ekonomi Kreatif Kabupaten Semarang, Budi Prasetyawan, menyebut kegiatan ini menjadi momentum penting bagi masyarakat, khususnya anak muda di desa.
“PR kita adalah bagaimana mimpi dan regulasi ini bisa sampai ke lapisan terbawah. Setiap desa pasti punya potensi. Ketika potensi itu diangkat melalui media sosial oleh komunitas lokal, itu menjadi langkah awal untuk membangun branding dan menstimulus anak-anak muda berkreasi,” tuturnya.
Budi berharap kegiatan serupa tidak berhenti pada satu kesempatan, tetapi dilaksanakan lebih intens dan berkelanjutan agar pemahaman dan keterampilan masyarakat semakin kuat.
“Tujuan sosialisasi ini adalah menggerakkan masyarakat dari lapisan terbawah. Kalau wong Jowo bilang, seng penting mlaku. Ketika mulai berjalan, banyak hal bisa dikembangkan,” tambahnya.
Dengan semangat kolaborasi yang terbangun, kegiatan ini diharapkan memantik kepercayaan diri para kreator muda di desa untuk terus berkarya. Ketika ruang-ruang kreativitas semakin terbuka, potensi lokal yang selama ini tersembunyi dapat muncul ke permukaan dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat. ***










