Beranda / NEWS / Produksi Pertanian dan Peternakan Rembang Naik 6,84 Persen Sepanjang 2025

Produksi Pertanian dan Peternakan Rembang Naik 6,84 Persen Sepanjang 2025

REMBANG, obyektif.tv – Sektor pertanian dan peternakan di Kabupaten Rembang mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025. Berdasarkan rekapitulasi data produksi berbagai komoditas strategis, total produksi mengalami peningkatan sebesar 6,84 persen dibandingkan tahun 2024.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dintanpan) Kabupaten Rembang, Agus Iwan, menyampaikan hal tersebut usai mengikuti Zoom Meeting Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan bersama Presiden RI, di Ruang Rapat Bupati Rembang, Rabu (7/1/2025).

Agus menjelaskan, total produksi sektor pertanian, hortikultura, perkebunan, dan peternakan pada 2025 mencapai 8,57 juta, meningkat dari 8,03 juta pada 2024. Capaian tersebut menunjukkan keberlanjutan penguatan sektor pertanian sebagai penopang utama perekonomian daerah.

Pada komoditas tanaman pangan, produksi padi meningkat signifikan dari 199.331 ton pada 2024 menjadi 295.825 ton pada 2025. Sementara itu, produksi jagung juga mengalami kenaikan dari 188.176 ton menjadi 191.432 ton. Dari sisi produktivitas, padi mencapai 6,6 ton per hektare, sedangkan jagung tercatat 7,6 ton per hektare.

“Produksi padi tahun 2025 meningkat lebih dari 50 persen dibandingkan 2024. Saat ini, Rembang mencatatkan surplus beras hampir untuk 30 bulan,” ujar Agus.

Kinerja positif juga tercatat pada sektor hortikultura. Produksi bawang merah meningkat dari 9.815 kuintal menjadi 11.139,60 kuintal, dengan produktivitas naik dari 90,46 kuintal per hektare menjadi 94,4 kuintal per hektare. Produksi cabai keriting dan cabai rawit masing-masing mencapai 8.868,91 kuintal dan 14.828 kuintal, disertai peningkatan produktivitas.

Sementara di sektor perkebunan, produksi tebu kristal pada 2025 tercatat sebesar 32.757 ton dan tebu tumbu mencapai 12.170 ton. Meski mengalami sedikit penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, tingkat produktivitas kedua komoditas tersebut dinilai relatif stabil. Produksi tembakau juga terjaga dengan capaian 15.448 ton.

Agus menyebut, peningkatan produksi pertanian di Kabupaten Rembang didukung oleh sejumlah faktor strategis, antara lain ketersediaan sarana produksi, khususnya pupuk dengan harga terjangkau, serta harga hasil panen yang relatif baik, sehingga mendorong semangat petani dalam mengelola lahan secara optimal.

“Pupuk tersedia cukup dan harga hasil panen juga baik. Ini membuat petani semakin antusias untuk menanam,” katanya.

Selain itu, pemerintah daerah juga memperkuat dukungan melalui penyediaan infrastruktur pertanian, seperti irigasi perpompaan (irpom), perbaikan jaringan irigasi, serta bantuan sumur pertanian di sejumlah wilayah. Kondisi cuaca sepanjang 2025 pun dinilai relatif mendukung sektor pertanian di Kabupaten Rembang.

Di subsektor peternakan, Agus menuturkan, populasi ternak menunjukkan tren peningkatan. Populasi sapi naik dari 108.110 ekor menjadi 110.285 ekor, kambing dari 81.330 ekor menjadi 83.293 ekor, serta domba dari 12.860 ekor menjadi 13.266 ekor. Sementara itu, populasi ayam ras pedaging meningkat signifikan menjadi 7,17 juta ekor, dan ayam buras mencapai 375.865 ekor.

Ke depan, Agus menegaskan, Pemerintah Kabupaten Rembang akan fokus menjaga stabilitas produksi agar tidak mengalami fluktuasi yang terlalu tajam, sehingga ketahanan dan swasembada pangan daerah dapat terjaga secara berkelanjutan.

“Target kami adalah menjaga agar produksi tidak naik turun terlalu tinggi dibandingkan capaian 2025, sehingga swasembada pangan tetap terjaga,” pungkasnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *