KENDAL, obyektif.tv – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau progres pekerjaan preservasi Jalan Provinsi ruas Weleri–Patean, Kabupaten Kendal, Rabu (15/10/2025). Proyek dengan nilai kontrak Rp13,475 miliar itu telah menunjukkan capaian signifikan, dengan progres fisik mencapai 76,44 persen atau melampaui target rencana sebesar 43,44 persen.
Pekerjaan yang dimulai sejak 17 Juli 2025 dan direncanakan selesai dalam 168 hari kalender itu mencakup pelebaran jalan menuju standar pada ruas sepanjang 26,95 kilometer. Dari total panjang tersebut, 22,80 kilometer telah berada dalam kondisi mantap. Tahun ini, penanganan difokuskan pada pekerjaan beton sepanjang 1,08 kilometer dan aspal 720 meter.
Selain itu, hasil uji mutu menunjukkan kualitas beton FS 45 telah memenuhi spesifikasi teknis. Pemerintah juga menitikberatkan perbaikan pada titik-titik yang mengalami kerusakan perkerasan untuk menjaga performa jalan agar tetap prima.
Dalam tinjauannya, Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur menjadi prioritas utama dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kawasan tengah Jawa Tengah.
“Kita hari ini melakukan pengecekan jalan. Tahun 2025, target provinsi untuk jalan mantap mencapai 94 persen,” ujarnya.
Menurutnya, ruas Weleri–Sukorejo sepanjang hampir 54 kilometer memiliki peran strategis dalam memperkuat konektivitas antardaerah.
“Anggaran Rp 13 miliar ini mencakup pekerjaan pengecoran dan perawatan. Harapannya, konektivitas antara Kendal, Sukorejo, hingga Temanggung semakin lancar. Kalau jalan provinsi mantap, maka pergerakan orang, barang, dan ekonomi masyarakat juga ikut tumbuh,” paparnya.
Luthfi menambahkan, setelah kondisi jalan provinsi mencapai 94 persen mantap, langkah selanjutnya adalah sinkronisasi dengan jalan kabupaten/kota. Sinergi ini, kata dia, penting agar mobilitas antarwilayah lebih efisien.
“Tinggal bupati dan wali kota yang menyambungkan jalan kabupaten ke jalan provinsi. Kalau semua terhubung, mobilitas masyarakat akan jauh lebih efektif,” imbuhnya.
Warga setempat, Asih Kinanti, mengaku puas dengan perbaikan jalan tersebut. Ia menilai kondisi jalan kini jauh lebih baik dibanding sebelumnya.
“Dulu jalannya benjol-benjol, aspalnya pada mlotot. Sekarang setelah dibeton jadi bagus. Ya, macet sebentar nggak apa-apa, nanti juga enak jalannya lebar,” katanya.
Asih juga mengapresiasi pembangunan tanggul yang memperbaiki sistem drainase di wilayahnya.
“Dulu kalau hujan becek banget, sekarang sudah nggak. Jadi lebih aman,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menargetkan seluruh ruas Weleri–Patean berada dalam kondisi mantap sebelum akhir 2025. Selain memperbaiki infrastruktur fisik, proyek ini diharapkan menjadi pendorong mobilitas warga dan geliat ekonomi lokal di wilayah Kendal bagian selatan. ***










