Beranda / REGIONAL / SEMARANG / Ribuan Jemaah Merawat Hati di Salat Idul Fitri Lawang Sewu

Ribuan Jemaah Merawat Hati di Salat Idul Fitri Lawang Sewu

SEMARANG, obyektif.tv – Ribuan jemaah memadati kawasan Lawang Sewu, Sabtu (21/3/2026), untuk melaksanakan Salat Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi yang diselenggarakan oleh KAI Wisata. Ibadah berlangsung khidmat di tengah suasana bangunan heritage yang menjadi ikon Kota Semarang.

Momentum Hari Raya ini tidak hanya dimaknai sebagai perayaan kemenangan setelah Ramadan, tetapi juga sebagai ruang refleksi untuk merawat hati. Hal tersebut disampaikan imam dan khatib, H. Machasin, dalam khutbahnya yang menekankan pentingnya menjaga kebersihan dan keteguhan hati.

“Melalui khutbah pada pagi hari ini, saya akan menyampaikan tiga amalan yang harus kita lakukan terhadap hati kita,” ujar Machasin di hadapan jemaah.

Ia menjelaskan, hati perlu dibersihkan dari kecenderungan mencintai perbuatan dosa. Menurutnya, dosa semestinya dibenci, bukan justru disukai.

“Hati menjadi kotor bila di dalamnya ada kecenderungan suka terhadap perilaku dosa. Oleh karena itu, bila kita suka terhadap dosa, apalagi sampai melakukannya, maka jalan terbaik adalah bertaubat kepada Allah agar hati kita menjadi bersih kembali,” jelasnya.

Selain dibersihkan, hati juga harus dilembutkan agar mampu menumbuhkan empati dan kepedulian sosial. Dengan hati yang lembut, seseorang akan lebih mudah membantu sesama yang mengalami kesulitan.

“Kelembutan hati membuat kita memandang dan menyikapi orang lain dengan sudut pandang kasih sayang. Ketika kita melihat orang susah, ingin sekali kita memudahkan,” katanya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga hati dari kekerasan yang dapat timbul akibat banyaknya ucapan yang tidak bermanfaat.

“Janganlah kalian banyak bicara yang bukan dalam rangka dzikir kepada Allah SWT. Karena hal itu dapat membuat hati menjadi keras,” tegasnya.

Amalan ketiga yang ditekankan adalah mendoakan hati agar tetap istiqamah. Machasin mengingatkan bahwa hati manusia mudah berubah, sehingga perlu senantiasa memohon keteguhan kepada Allah SWT.

“Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hati kami di atas agama-Mu,” ucapnya mengutip doa yang diajarkan Rasulullah.

Ia pun mengajak jemaah untuk menjadikan Idul Fitri sebagai titik awal memperbaiki diri, serta terus meningkatkan ibadah setelah Ramadan, khususnya di bulan Syawal.

Pelaksanaan Salat Id di Lawang Sewu ini disambut antusias masyarakat. Usai ibadah, jemaah dari berbagai kalangan tampak mengabadikan momen dengan berswafoto di kawasan bangunan bersejarah tersebut, menambah kesan spiritual sekaligus kebersamaan di hari kemenangan. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *