SEMARANG, obyektif.tv – Ribuan penonton tumpah ruah dalam Gelaran tur musik RockAroma: Bebasin Rasa Lo yang sukses mengguncang Borsumy Heritage, Semarang, Sabtu (8/11/2025). Empat band lintas daerah menyalurkan energi panggung tanpa batas, menghadirkan euforia punk punk yang memanaskan malam akhir pekan kota Lumpia ini.
Penampilan dibuka oleh Threesixty, band asal Panjang, Lampung, yang mengusung genre skatepunk/pop punk. Febri Ramadhan (vokal & gitar), Fredy Dede (lead gitar), Rahmat Rangkuti (bass), dan Daniel Kocu (drum) membuka malam dengan penampilan solid melalui lagu-lagu andalan seperti Kabar Baik, Menjadi Yang Kita Punya, Takkan Bisa, Sampai Nanti, dan Dewi. Dengan karakter vokal yang tegas dan permainan gitar cepat, Threesixty berhasil membangun atmosfer enerjik sejak awal.
Usai Threesixty, giliran KarnaMereka dari Kulon Progo, Yogyakarta, yang tampil dengan genre pop punk berbalut lirik reflektif dan penuh makna. Hero Herda (vokal & gitar), Rolan Putut Wijaya (drum), dan Candra Setia Budi (bass) menyuguhkan setlist panjang berisi Cerita Malam, Selamanya, Semesta Salut Padamu, Teman Kecil, hingga Ayah Ibu. Aksi mereka di panggung sukses membuat penonton bernyanyi bersama, menciptakan nuansa hangat di tengah dentuman musik keras.
Memasuki pertengahan acara, giliran Pyong Pyong, band asal Semarang, yang membawa energi lokal ke puncaknya. Dengan formasi Adit Setyanto (vokal & bass), Muhammad Fajar Pandu Dewanata (gitar & vokal), Agus Bayu Nugraha (drum), dan Danan Fajar (additional gitar), Pyong Pyong membawakan lagu-lagu khas mereka seperti Haha Hihi Huhu, Intensi, Everyday Is Holiday, Budak Cinta, Nisbi, dan Keluarga Babi. Musik ceria yang khas membuat penonton tak berhenti bersorak dan ikut bernyanyi.
Sebagai penutup malam, Stand Here Alone (SHA) asal Bandung tampil memukau dengan aksi panggung yang atraktif. Trio pop punk ini — Taufik Andryansyah (vokal, bass), Ocan Siagian (vokal, gitar), dan Ahmad Afriyana (drum) — menyuguhkan deretan lagu populer seperti Kita Lawan Mereka, Move On, Mantan, Dusta, hingga Wanita Masih Banyak.
Momen spesial terjadi saat dua penggemar setia mereka, yang biasa disebut Family of Stand Here Alone (Fosha), yakni Ojan dan Fitri diajak naik ke panggung untuk bernyanyi bareng membawakan lagu Korban Lelaki. Sebagai klimaks, lagu Introvert dinyanyikan bersama seluruh personel Threesixty, KarnaMereka, dan Pyong Pyong — menutup konser dengan simbol kebersamaan lintas kota dan semangat persaudaraan dalam musik.
Bagi banyak penonton, konser ini bukan sekadar hiburan, tapi ruang melepas penat dan nostalgia masa muda. Finan dan Bambang, dua penonton asal Semarang, mengaku puas dengan penampilan para band.
“Jos! Happy, senang, berwarna. Jos tenan pokok e, Mas! Yang ditunggu SHA, KarnaMereka, sama Threesixty. Tapi sayang datangnya kemalaman,” ujar keduanya sambil tertawa.
Dengan tiket seharga Rp 25 ribu, RockAroma: Bebasin Rasa Lo membuktikan bahwa semangat pop punk dan budaya panggung independen masih hidup kuat di Semarang. Musik, persahabatan, dan kebebasan berekspresi berpadu dalam satu malam yang meninggalkan kesan mendalam bagi semua yang hadir. ***










