Beranda / REGIONAL / SEMARANG / Samuel Wattimena Ajak Relawan dan UMKM Hidupkan Goa Kreo

Samuel Wattimena Ajak Relawan dan UMKM Hidupkan Goa Kreo

SEMARANG, obyektif.tv – Anggota Komisi VII DPR RI, Samuel Wattimena, melakukan kunjungan ke Obyek Wisata Goa Kreo di Dukuh Talun Kacang, Kelurahan Kandri, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Jumat (18/10/2025). Kunjungan tersebut disambut hangat oleh puluhan anggota Penggiat Relawan Semarang (PRS) yang selama ini turut aktif dalam kegiatan sosial dan pelestarian lingkungan di kawasan wisata tersebut.

Dalam kesempatan itu, Samuel menyerap berbagai aspirasi dari para relawan dan pihak pengelola terkait kendala yang dihadapi serta potensi yang dapat dikembangkan dari Goa Kreo, khususnya keberadaan monyet ekor panjang yang menjadi ikon wisata setempat.

Ketua Penggiat Relawan Semarang (PRS), Mbah Rimba, menjelaskan bahwa pihaknya bersama Forum Potensi Relawan Semarang (FPRS) tidak hanya bergerak di bidang kebencanaan dan sosial masyarakat, tetapi juga turut memperhatikan aspek wisata dan pelestarian budaya lokal.

“Kami ingin mengembalikan karakter asli kera-kera ekor panjang di sini agar tetap berada pada habitatnya sebagaimana mestinya. Dari hasil pengamatan, ada perubahan perilaku yang sebagian disebabkan interaksi manusia. Padahal keberadaan monyet ekor panjang ini adalah daya tarik unik Kota Semarang,” ujarnya.

Ia berharap wisata Goa Kreo tidak hanya menjadi tempat rekreasi, tetapi juga sarana edukasi bagi pengunjung agar lebih peduli terhadap lingkungan dan satwa yang dilindungi.

Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Goa Kreo dan Agrowisata Kota Semarang, Juriyah, mengungkapkan adanya penurunan jumlah pengunjung dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu penyebabnya, munculnya berbagai destinasi wisata baru yang menawarkan konsep lebih modern.

“Karena itu kami terbuka untuk kerja sama dengan berbagai pihak agar Goa Kreo bisa berinovasi. Misalnya, penambahan wahana indoor untuk anak-anak agar tidak terganggu monyet, atau pembangunan gedung pertemuan yang bisa digunakan komunitas maupun rombongan sekolah,” jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Samuel Wattimena menilai Goa Kreo memiliki potensi besar jika dikembangkan dengan pendekatan ekonomi kreatif (Ekraf) dan pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, kolaborasi antara relawan, pengelola, dan pelaku UMKM menjadi kunci kebangkitan destinasi wisata ini.

“Kita akan mulai memproduksi berbagai hal terkait ekonomi kreatif dan UMKM, dengan branding yang bisa meningkatkan daya tarik wisata Goa Kreo. Kalau pengunjung menurun, harus dicari penyebab dan solusinya. Dengan semangat relawan yang bekerja dari hati, saya yakin potensi ini bisa kita kembangkan bersama,” ujarnya.

Usai berdialog, Samuel bersama sejumlah relawan meninjau langsung area wisata dan berinteraksi dengan monyet-monyet yang menjadi ikon Goa Kreo. Dalam kunjungan itu, ia juga mengusulkan ide pembuatan postcard dan merchandise bertema Goa Kreo dan monyet ekor panjang yang dapat diproduksi oleh UMKM lokal.

“Ke depan, kita arahkan UMKM di sini untuk menjual produk seperti jagung atau makanan yang bisa dikonsumsi monyet. Karena kalau monyetnya berkurang, daya tarik wisata ini juga ikut menurun. Jadi, kita perlu merawat ekosistemnya secara berkelanjutan,” jelasnya.

Melalui sinergi antara relawan, pengelola, dan pelaku UMKM, Goa Kreo diharapkan dapat kembali menjadi salah satu destinasi unggulan di Kota Semarang yang tidak hanya menarik dari sisi wisata, tetapi juga mengedukasi dan memberdayakan masyarakat sekitar. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *